LANDMARK MASJID AL-AQSHA (Bagian 5 – Sabil dan Bi’r)

LANDMARK MASJID AL-AQSHA
(Bagian 5 – Sabil dan Bi’r)
Salman Al-Farisi, Lc.
A. Sabil (Tempat Air Minum/ Saluran Air/ Tempat Wudhu) di Masjid al-Aqsha
Sabil adalah tempat air minum yang terdapat di berbagai tempat umum, perkampungan, pojok-pojok masjid, makam atau yang dekat dengan tempat-tempat tersebut. Bisa juga diartikan dengan saluran air dan tempat untuk berwudhu.
Pembangunan sabil ini sudah dimulai pada masa kesultanan Mameluk. Pada masa ini terdapat saluran air dari terusan “Arub” melalui jalur Bethlehem menuju al-Quds. Saluran ini telah direnovasi dan dibangunkan kembali saluran kuno yang mengalirkan air dari kolam Sulaiman menuju al-Quds dan dialirkan juga ke masjid al-Aqsha tahun 720 H. Renovasi ini dilakukan pada masa Sultan Abu Sa’id Barquq dan Sultan Asyraf Qaitbay dengan membuat penampungan air yang dinamakan kolam al-Ka’s.
Kemudian pada masa kesultanan Utsmaniyah juga dilakukan proses renovasi dan membuat saluran-saluran air baru di dalam masjid al-Aqsha, khususnya pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni. Sekarang terdapat 14 saluran air di kawasan masjid al-Aqsha. Berikut ini nama-nama saluran air tersebut:
1. Sabil al-Ka’s
Berada di sebelah selatan halaman masjid al-Aqsha, tepatnya berada di tengah-tengah antara Jami’ Al-Qibli dan Lengkung Selatan (Baikah Janubiyah).  Dibangun pada tahun 589 H./1193 M. oleh Sultan Al-Malik Al-Adil Saifuddin Abu Bakar bin Ayyub, dari kesultanan Ayyubiyah, kemudian direnovasi pada masa Mameluk.
Bentuknya lingkaran silinder dengan melewati tiga undak-undak (tangga) ke bawah, mengelilingi kolam yang terbuat dari marmer. Di tengah-tengahnya terdapat air mancur setinggi kolam yang dikenal dengan sebutan al-Ka’s (piala). Dari situlah nama al-Ka’s muncul karena bentuknya mirip piala. Di sisi luar terdapat 20 keran air yang mengelilingi kolam untuk berwudhu. Di tempat wudhu juga terdapat tempat duduk dari batu yang berada di depan keran. Kolam air dikelilingi juga dengan pagar dari logam.
2. Sabil Sya’lan
Sabil ini berada di sebelah barat laut dari halaman masjid al-Aqsha. Dibangun pada masa kesultanan Ayyubiyah tahun 613 H./1216 M. atas perintah Al-Malik Al-Mu’azham Isa bin Malik Abu Bakar bin Ayyub. Direnovasi pada masa Mameluk oleh Al-Malik Al-Asyraf Barsbay pada tahun 833 H./1429 M. Kemudian direnovasi kembali pada tahun 1037 H./1627 M. oleh Biram Basya, seorang Gubernur Mesir pada masa Gubernur al-Quds Muhammad Basya berkuasa. Ketika itu saluran air sangat baik hingga saat penjajah Inggris datang. Saat ini sudah tertutup dan tidak dapat berfungsi lagi.
Terdiri dari ruang persegi empat, sisi sebelah barat agak meninggi dengan empat tiang penyangga, tertutupi oleh lengkungan yang dibuat pasukan salib.
3. Sabil al-Bashiri
Nama lainnya adalah Sabil Al-Habs, Sabil Pintu An-Nazir dan Bi’r Ibrahim Ar-Rumy. Berada di timur laut pintu An-Nazir di dalam masjid Al-Aqsha. Didirikan pada masa Sultan Mameluk Al-Asyraf Barsbay pada tahun 839 H./1436 M.
Saat ini sabil sudah direnovasi dan difungsikan oleh Urusan Pembangunan Masjid Al-Aqsha sebagai tempat pendinginan air, dengan menggunakan pendingin listrik yang diletakkan di dalamnya. Air yang keluar dari saluran ini sudah menjadi air dingin.
4. Sabil Qaitbay
Berada di depan pintu Al-Mitharah atau di sebelah barat dari Baikah Gharbiyah (lengkung barat). Dibangun oleh Al-Malik Al-Asyraf Abu An-Nashr Inal pada tahun 680 H. Kemudian dihancurkan dan dibangun kembali oleh Al-Asyraf Qaitbay pada tahun 887 H./1482 M. dan namanya dinisbatkan kepadanya. Kembali direnovasi pada tahun 1330 H./1912 M. pada masa Sultan Utsmani Abdul Majid Kedua.
Bangunannya sangat tinggi dan indah. Terbuat dari batu-batu berwarna di dalamnya. Di atasnya terdapat kubah yang berdekorasi. Ada yang mengatakan, inilah satu-satunya sabil di Palestina dengan bentuk seperti ini.
Saat ini, sabil berfungsi sebagaimana mestinya. Karena terdapat pendingin di dalam bangunannya, maka air yang keluar adalah air dingin. Pendingin ini dinyalakan di tiga musim saja, selain musim dingin. Di bawah sabil ini terdapat sumur yang banyak airnya. Sumur tersebut memanjang hingga ke ruwak gharbi (lorong barat), dengan panjang 28 meter dan lebarnya 6 meter serta kedalamannya 11,5 meter.
5. Sabil Qasim Basya 
Sabil ini berada diantara madrasah Al-Asyrafiyah di sebelah barat dan pelataran ash-Shakhrah di sebelah timur. Dinamakan juga sabil Al-Mahkamah. Dibangun oleh Gubernur al-Quds ketika itu, Qasim Basya pada tahun 933 H./1527 M. yaitu pada pemerintahan kesultanan Utsmani Sulaiman Al-Qanuni.
Bangunan sabil ini berbentuk persegi delapan, dengan menuruni beberapa anak tangga. Di atasnya terdapat atap yang terbuat dari kayu yang dapat melindungi dari panas dan hujan. Pernah direnovasi pada tahun 1997 H. oleh Urusan Pembangunan Masjid Al-Aqsha. Jumlah keran airnya ada 16 buah.
Saluran ini mengambil dari kolam yang terletak di luar kota yang dibangun oleh Sultan Sulaiman hingga penjajah Inggris datang. Kini, airnya didapat dari proyek air yang dikerjakan oleh zionis.
6. Sabil Sulaiman 
Berada di tenggara pintu Al-Atam (pintu Raja Faisal). Dibangun oleh Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada tahun 943 H./1536 M. Nama sabil ini dinisbatkan kepadanya. Sabil ini juga dinamakan dengan sabil Al-Atam, karena posisinya yang dekat dengan pintu Al-Atam.
Sebelah selatan dari sabil ini terdapat masthabah, yang juga dinamakan dengan masthabah Sulaiman. Tempat wudhu di sabil ini memiliki 34 keran air, setelah dilakukan pembangunan oleh Urusan Peninggalan Islam pada tahun 1997 dan disetujui oleh Kantor Wakaf Islam.
7. Sabil Syaikh Al-Budairi
Sabil ini dan masthabah di dekatnya berada di sebelah tenggara dari pintu An-Nazir. Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Pertama pada tahun 1153 H./1740 M. oleh Musthafa Agha. Gubernur al-Quds ketika itu adalah Utsman Beik. Keterangan tentang pembangunan ini tertulis di plang yang terbuat dari marmer, dipasang di dinding sebelah timur.
Sabil Syaikh Al-Budairi saat ini tidak berfungsi walaupun sudah direnovasi oleh Kantor Wakaf Islam.
8. Sabil Pintu Magharibah
Sabil ini berada di sebelah timur dari pintu Al-Magharibah, atau lebih tepatnya berada di sebelah tenggara masthabah Al-Buraq. Sejarah pembangunannya kembali kepada masa Utsmani. Sabil ini sudah tidak berfungsi lagi.
9. Sabil Pintu Hithah
Sabil ini berbentuk sederhana dan terletak di dalam rongga dinding timur dari pintu Hittah, pintu masjid al-Aqsha yang berada di utara. Posisinya berada di sebelah kiri pintu tersebut. Dibangun pada masa Utsmani kemudian direnovasi oleh Yayasan Al-Aqsha untuk Pembangunan Kota Suci Islam ketika pembangunan toilet di dekat tempat tersebut. Setelah itu, sabil ini tidak difungsikan lagi hingga saat ini.
10. Birkah An-Naring
Birkah juga berarti kolam. Birkah ini terletak di barat masjid al-Aqsha, tepatnya di depan madrasah Al-Asyrafiyah, antara masthabah sabil Qaitbay di utara dan sabil Qasim Basya di selatan. Dibangun pada masa Sultan Qaitbay tahun 887 H./1482 M.
Birkah ini berbentuk persegi empat. Panjangnya 7 meter. Lantai dan dinding kolam terbuat dari marmer. Di tengah-tengahnya terdapat wadah air mancur yang sudah tidak berfungsi. Hal ini bisa jadi karena sudah ada sabil Qasim Basya yang menempel di sebelah selatan birkah ini dan sudah dibangun tempat wudhu di sekeliling birkah. Tempat wudhu ini dibangun oleh Urusan Pembangunan Masjid Al-Aqsha pada akhir tahun 1997 M. Terdiri dari 24 keran air, di ketiga sisi kolam.
11. Shahrij (Tangki Air) al-Malik Isa
Bangunan ini berada diantara dua baikah (lengkung) barat dan barat laut di masjid al-Aqsha. Posisinya ada di bawah pelataran kubah ash-Shakhrah dan di depan pintu Al-Qathanin. Dibangun oleh Sultan Isa pada tahun 607 H./1210 M. sebagai tempat penyimpanan air. Oleh karena itu, bangunan ini dinisbatkan kepadanya.
Bangunan terdiri dari tiga ruang, masing-masing terpisah satu sama lainnya. Setiap ruang mempunyai pintu masuk sendiri yang berada di sebelah barat. Pada masa Utsmaniyah, bangunan ditambah dan ditinggikan sehingga dapat terlihat dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Ketika masa Mameluk, salah satu ruang difungsikan sebagai gudang masjid Al-Aqsha, ruang lain digunakan untuk mushalla mazhab Hambali.
Beberapa masa setelah itu, bangunan ini dibiarkan dan tidak dimanfaatkan. Saat ini sebagian ruangan dipakai untuk klinik dokter, ruang tambahan dari ruang yang telah ada di sisi utara bangunan ini. Sebagian lagi dipakai untuk gudang perkebunan masjid Al-Aqsha. Dan ruangan terbesar difungsikan sebagai kantor Wakaf Islam.
12. Sabil Mimbar Burhanuddin
Sabil (saluran air) ini terletak di pojok tangga dari baikah (lengkung) barat daya, atau di belakang mimbar Burhanuddin. Terdiri dari 24 keran air, yang dapat dipakai untuk berwudhu bagi orang-orang yang berkunjung ke masjid Al-Aqsha. Sabil ini dibangun oleh Komite Urusan Pembangunan Masjid Al-Aqsha pada akhir tahun 1998 M.
13. Sabil az-Zaitunah
Sabil ini terletak di sisi barat dari sabil Al-Ka’s, di bawah pohon zaitun. Atau di sebelah utara dari Jami’ Al-Qibli. Terdiri dari 7 keran air dan terdapat pendingin air di sisinya. Dibangun oleh Komite Peninggalan-peninggalan Islami, di bawah pengawasan Kantor Wakaf Islam.
Dinamakan dengan Sabil Az-Zaitunah karena posisinya di bawah pohon zaitun. Ada yang mengatakan ini adalah pohon zaitun nabi, tapi tidak ada dalil penguat dari nama ini.
14. Sabil Ar-Rahmah
Berada di sebelah barat dari pintu Ar-Rahmah dan At-Taubah (kedua pintu ini sudah ditutup sejak masa Sultan Shalahuddini Al-Ayyubi) atau di sebelah timur dari pelataran ash-Shakhrah. Sabil ini baru dibangun pada tahun 1416 H./1995 M. oleh Komite Peninggalan-peninggalan Islami. Terdiri dari 12 keran air yang keseluruhannya berfungsi.
B. Bi’r (Sumur) di Masjid al-Aqsha
Di kawasan masjid al-Aqsha terdapat 25 sumur air (tempat penampungan air di bawah tanah) bukan hanya untuk keperluan shalat di masjid al-Aqsha saja bahkan dapat mencukupi kebutuhan air seluruh penduduk di al-Quds. Berikut nama tempat yang terdapat sumur air (tempat penampungan air) di masjid al-Aqsha:
1. Bi’r (Sumur) di Menara Pintu Asbat
Berada di sebelah selatan menara pintu Al-Asbat. Panjang dari sumur ini sekitar 7 meter dan lebarnya 4 meter serta kedalamannya 6 meter. Di sekeliling sumur ini sudah dibangunkan dengan batu.
2. Bi’r (Sumur) di Madrasah al-Ghadiriyah
Terdapat dua sumur di tempat ini, yaitu di depan madrasah Al-Ghadiriyah. Bentuknya persegi panjang. Panjangnya mencapai 19 meter dan lebarnya 17 meter serta kedalamannya mencapai 14 meter.
3. Bi’r (Sumur) di Pintu Hittah
Berada di selatan tempat wudhu pintu Al-Hittah, berbatasan dengan masthabah dan sumur lainnya.
4. Bi’r (Sumur) di Baikah Syamaliyah Syarqiyah (Lengkung Timur Laut)
Berada di bawah kaki pintu masuk baikah timur laut. Sumur ini sudah berbentuk dua ruang yang terbuat dari batu. Panjangnya mencapai 22 meter.
5. Bi’r (Sumur) di Madrasah al-As’ardiyah 
Berada di perbatasan pagar masjid Al-Aqsha, sebelah barat pintu Al-Atam (pintu Raja Faisal), atau di bawah madrasah Al-As’ardiyah. Bentuk sumurnya kecil dan terukir dalam batu.
6. Bi’r (Sumur) di al-Ghawanimah
Berada di timur menara pintu Al-Ghawanimah, berhadapan dengan pagar madrasah. Bentuknya melingkar dan ukurannya kecil.
7. Bi’r (Sumur) di Pintu an-Nazir
Berada di dekat pintu An-Nazir, di sudut lorong madrasah Manjakiyah. Bentuknya melingkar dengan ukuran sedang. Panjangnya 3 meter dan lebarnya dua meter serta kedalamannya mencapai 11,5 meter.
8. Bi’r (Sumur) Ibrahim ar-Rumy
Berada di utara pintu An-Nazir, berhadapan dengan ruwak gharbi (lorong barat). Sumur ini mempunyai kedalaman 11 meter. Dibangun pada tahun 1935-1936 M.
9. Bi’r (Sumur) di Mushalla Sya’lan
Berada di sudut pelataran ash-Shakhrah sebelah utara, berhadapan dengan mushalla, saluran air dan masthabah Sya’lan. Bentuknya melingkar dengan diameternya 3 meter dan kedalamannya 11 meter.
10. Bi’r (Sumur) di Baikah Gharbiyah Syamaliyah (Lengkung Barat Laut)
Berada di dekat teras (masthabah) baikah barat laut. Bentuknya melingkar dan ukurannya kecil.
11. Bi’r (Sumur) di Sabil Qaitbay
Berada di bawah saluran air Qaitbay hingga di bawah ruwaq gharbi (lorong barat). Bentuknya memanjang mencapai 28 meter dan lebarnya 6 meter serta kedalamannya mencapat 11,5 meter.
12. Bi’r (Sumur) di Timur Pintu Magharibah
Berada di timur pintu Al-Magharibah yang merupakan salah satu pintu masuk masjid Al-Aqsha. Sumur ini memotong luas bangunan masjid Al-Magharibah.
13. Bi’r (Sumur) di Barat Sabil Ka’s
Berada di sebelah barat saluran air Ka’s. Bentuknya persegi panjang dengan ukuran sedang.
14. Bi’r (Sumur) di Selatan Baikah Janubiyah (Lengkung Selatan)
Berada di selatan baikah selatan, atau sebelah timur saluran air Ka’s. Terlihat bibir sumur di sebelah timur masthabah Ka’s. Panjangnya mencapai 10 meter, lebarnya 6 meter dan kedalamannya 20 meter.
15. Bi’r (Sumur) di Timur Masjid Umar
Berada di sebelah timur dari masjid Umar. Tempat penampungan air ini mempunyai bibir sumur. Bentuknya memanjang hingga keluar dari pagar masjid. Panjang 33 meter dan lebarnya 9 meter serta kedalamannya mencapai 16 meter.
16. Bi’r (Sumur) al-Waraqah
Berada di sebelah timur dari ruwak masjid al-Aqsha. Panjangnya mencapai 18 meter dan kedalamannya 13 meter.
17. Bi’r (Sumur) di Timur Laut Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur)
Berada di sebelah timur laut dari baikah (lengkung) timur. Kedalamannya mencapai 14 meter. Mempunyai tutup sumur yang berbentuk seperti drum.
18. Bi’r (Sumur) di Barat Laut Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur)
Berada di sebelah utara sumur sebelumnya. Kedalamannya mencapai 10 meter.
19. Bi’r (Sumur) di Utara Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur) 
Berada di utara dari lengkung timur. Bentuknya memanjang hingga ke bawah pelataran ash-Shakhrah. Panjangnya mencapai 23 meter dan lebarnya 3 meter serta kedalamannya 8 meter.
20. Bi’r (Sumur) di Barat Kubah Al-Arwah
Sumur ini berada di pelataran kubah ash-Shakhrah, sebelah barat daya dari kubah Al-Arwah. Panjang  12 meter dan lebarnya 8 meter. Kedalamannya mencapai 10 meter.
21. Bi’r (Sumur) al-Khaliliy
Sumur ini berada di pelataran ash-Shakhrah, sebelah timur dari kantor Urusan Pembangunan Masjid Al-Aqsha. Bentuknya kecil seperti tempat penyimpanan air. Kedalamannya mencapai 2,5 meter. Dinamakan dengan sumur Al-Khalili karena tempatnya dekat dengan kubah Al-Khalili.
22. Bi’r (Sumur) di Utara Baikah Gharbiyah (Lengkung Barat)
Sumur ini berada di sisi utara lengkung barat. Di dekatnya terdapat wadah besar dari batu. Wadah ini dapat menampung air untuk diminum. Sumur berbentuk tabung silinder, kedalamannya mencapai 15 meter.
23. Bi’r (Sumur) Ar-Ramanah
Sumur Ar-Ramanah ini berada di sebelah tenggara dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Bentuknya panjang hingga mencapai halaman yang berada di bawah masjid Al-Aqsha. Panjangnya 35 meter, lebarnya 4 meter. Kedalamannya mencapai 16 meter.
24. Bi’r (Sumur) di Barat Laut Pelataran ash-Shakhrah
Sumur ini berada di barat laut dari pelataran ash-Shakhrah. Panjangnya mencapai 18 meter, lebarnya 15 meter. Kedalamannya mencapai 15,5 meter.
25. Bi’r (Sumur) di Barat Pintu At-Taubah
Berada di sebelah barat dari pintu At-Taubah atau pintu Ar-Rahmah. Bentuknya tabung silinder. Diameternya mencapai 6 meter dan kedalamannya 11 meter.
C. Mihrab di Masjid al-Aqsha
Mihrab adalah dinding yang berbentuk ceruk, yang berfungsi sebagai arah kiblat. Mihrab biasanya terdapat di dalam masjid bagian depan. Di masjid al-Aqsha juga terdapat mihrab di tempat-tempat yang digunakan shalat. Selain di dalam tempat shalat tersebut (dalam bangunan), juga terdapat mihrab di pelataran masjid al-Aqsha (luar bangunan). Ada sekitar 6 mihrab disana. Berikut nama dan gambar mihrab tersebut.
1. Mihrab Zakaria
Mihrab Zakaria berada di sisi timur masjid Al-Qibli. Keterangan mengenai mihrab Zakaria disebutkan dalam Al-Qur’an: “Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di dalam mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya…” (QS. Ali Imran: 37). Tapi tidak ada dalil penguat bahwa mihrab yang berada di dalam sana adalah mihrab yang berada dalam ayat Al-Qur’an tadi.
2. Mihrab Daud 
Mihrab Daud berada di pagar selatan masjid al-Aqsha, sebelah timur dari masjid Al-Qibli (barat daya masjid al-Aqsha). Tidak ada hubungan antara Nabi Daud dan mihrab ini. Mihrab ini dibangun antara tahun 696-698 H./1296-1298 M. pada masa Sultan Husamuddin Lajin.
Bentuk mihrab sangat besar dan tinggi, dapat terlihat dari kejauhan. Akan tetapi tidak banyak orang yang memakai mihrab ini kecuali hanya untuk menentukan arah kiblat.
3. Mihrab di Pagar Timur Masjid Al-Aqsha
Posisinya berada di pagar timur masjid Al-Aqsha. Pagar ini juga menjadi pagar kota suci al-Quds. Menuju ke mihrab ini dengan menggunakan anak tangga.
Di sebelah utara mihrab terdapat pelataran yang cukup untuk shalat satu orang. Seakan-akan keberadaan mihrab dan pelataran ini dan posisinya di dinding timur yang berbatasan dengan pagar kota suci adalah tempat pos penjaga yang mengawasi gerak-gerik musuh di luar kota. Bentuk mihrabnya kecil dan dibangun pada masa Utsmani.
4. Mihrab di Lengkung Barat Daya
Mihrab ini berbentuk kecil. Dibangun pada masa Utsmani. Terletak pada dinding utara dari baikah janubiyah gharbiyah (lengkung barat daya).
5. Mihrab Ardhi 
Berada di sebelah selatan kubah Al-Khidhr. Mihrab ini berada di lantai, berbentuk persegi panjang, berceruk dan berwarna hitam di dalamnya. Di sekeliling mihrab berwarna putih.
6. Mihrab di Pelataran ash-Shakhrah 
Mihrab ini berada di sebelah selatan pelataran Ash-Shakhrah, antara dua baikah (lengkung) yang berada di selatan. Tingginya setinggi dinding pagar dan mihrab ini berada di dalam pagar.
Mihrab ini adalah batu yang dipahat menyerupai mihrab, tempatnya agak rendah. Posisinya mengarah ke kiblat. Tidak diketahui sejarah peletakannya tapi sepertinya baru ada ketika pemerintahan Utsmani membangun pelataran kubah Ash-Shakhrah.
(Visited 18 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *