Organisasi-organisasi Yahudi (Bagian Kedua)

( Ahmad Yani, MA – Peneliti Yahudi dan Zionisme, ASPAC For Palestine)

 

11. OrganisasiYeshiva Ateret Cohanim

Secara etimologi organisasi ini berarti Crown of the Priests(mahkota Paraimam). Jika ditelusuri, akar organisasi ini adalah Rabi Avraham Yitzhak Cole. Para pengikutnya percaya bahwa mereka adalah para pelopor yang akan memulai perjalanan panjang menuju Kuil Sulaiman. Dalam waktu yang sangat lama mereka menahan diri untuk pergi ketempat yang mereka sebut sebagai Temple Mount, hingga keluar keputusan bagi orang Yahudi untuk berdoa di dalamnya. Pada akhirnya, keputusan untuk berdoa di Temple Mount keluar pada tahun 1985.

 

Organisasi ini memiliki beberapa rencana baru untuk membangun kuil sulaiman, mereka juga menyelenggarakan seminar rutin tentang keberadaan kuil tersebut serta cara kerja untuk membangunnya kembali.

 

12. Gerakan re-crown

Gerakan ini dipimpin oleh Yisrael Foxton yang berhasil menggerakkan sekelompok pemuda fanatik dan rasis untuk menguasai dan merebut rumah-rumah dan beberapa bangunan yang ada di Yerusalem. Mereka mengklaim bahwa semua yang ada di Yerusslaem merupakan milik orang Yahudi. Setelah berhasil menguasai seluruh harta benda yang ada di Yerussalem, mereka mengatur aspek legalitas hukum agar seluruh aset tersebut dimiliki oleh orang-orang Yahudi. Semua itu dilakukan untuk mengambil dan menguasai wilayah kaum Muslimin yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa untuk kepentingan gerakan zionisme.

 

13. AlHar Hashem Group

Secara etimologi kelompok ini artinya menuju gunung Allah. Kelompok ini bekerja untuk stabilitas Kuil Sulaiman, dan dipimpin olehseorang pengacara yang bernama Gershon Salmon. Kelompok ini pernah mencoba untuk mendirikan ibadah Yahudi di Masjid Al-Aqsa pada tanggal 14 Agustus1987. Selain itu, Gershon Salmon juga memimpin sebuah gerakan yang bernama “loyalis Rumah Suci”, yang bertujuan untuk mengambil dan menguasai Al-Aqsa dan daerah sekitarnya.

 

14. Gerakan Pendudukan al Aqsha

Para anggota gerakan ini mengakui secara terbuka hasrat mereka untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan mengusir seluruh masyarakat Muslim dari tanah Israel. Dan diantara salah satu tujuan dari gerakan ini adalah yahudisasi kota Hebron dan mengambil alih Masjid al Ibrahimi yang mereka sebut sebagai kuil Macfhir. Di antara tokoh-tokoh yang menjadi simbol perjuangan yang paling menonjol dari gerakan ini adalah Yisrael Ariel dan Rabi Korn. Rabi Korn sendiri dianggap sebagai bapak spiritual bagi sejumlah pemuda Yahudi yang telah menyerang Masjid Al-Aqsa pada tahun 1968

 

15. Gerakan Amna

 

Secara etimologi berarti amanah atau perjanjian. Gerakan ini merupakan organisasi nasional yang para pemimpinnya merupakan sejumlah pemuda religius Yahudi dengan topi rajut, lulusan dari beberapa sekolah agama. Mereka berusaha untuk menyebarkan konsep sosial di antara orang-orang Yahudi berdasarkan keyakinan agama mereka akan adanya keselamatan dengan kemunculan Kristus. Selain itu, mereka juga menyuarakan pemberontakan terhadap institusi-institusi yang ada jika terdapat konflik dengan yang dianjurkan oleh Taurat.

 

Gerakan ini secara praktek bergerak untuk mencegah penarikan orang-orang Yahudi dari wilayah-wilayah yang berhasil diduduki pada tahun 1967 dengan cara merebut puluhan pemukiman masyarakat muslim dan menjadikannya pemukiman Yahudi.

 

16. Kelompok Lifta (suku Yehuda)

Kelompok ini mempunyai pengaruh yang sangat kuat dan juga kemampuan militer yang besar. Para anggotanya telah beberapa kali mencoba untuk meratakan Masjid Al-Aqsa dan Qubbah ash Shokhrohdengan meletakkan bahan-bahan peledak, namun upaya mereka gagal.

 

17. Perhimpunan Donasi Kuil  

 

Organisasi ini bergerak dalam misi mengembalikan gunung kuil, dengan fokus kegiatan fundraising, menghimpun dana dari para orang Yahudi yang kaya dan sebagian orang Kristen Zionis dan orang Kristen Angelikan di Amerika. Perhimpunan ini dibangun pada tahun 1982 di Vradfr, Amerika. Memiliki hubungan erat dengan para elit politik di Israel dan Amerika, terutama dengan partai republik di Amerika.

 

18. Organisasi RahasiaMiliter

Organisasi ini muncul pada tahun 1984ketika diketahui adanya penyusunan rencana untuk melakukan pengeboman terhadap Masjid Al-Aqsa dari udara oleh angkatan udara Zionis guna menghilangkan secara total keberadaan masjid suci ketiga umat Islam tersebut. Sebagian besar anggota organisasi ini bukan bagian dari kelompok-kelompok agama yang sudah dikenal.

 

19. Perkumpulan El’ad

El’ad adalah nama sebuah pusat kawasan yang ada di Palestina. Nama El’ad sendiri merupakan singkatan dari tiga kata yang berarti menuju kota Daud. Orang Israel menyebutnya sebagai lembah yang suci (Holy Basin). Kawasan ini meliputi Masjid Al- Aqsha dan kota tua yang ada di sekitarnya, khususnya kota Silwan dan at Tur di Yerusalem.

 

Perkumpulan El’ad sendiri adalah organisasi resmi yang terdaftar di Departemen Kehakiman Israel. Pekumpulan ini merupakan gerakan pendudukan dan pemukiman ekstrimis Yahudi yang namanya banyak disebut akhir-akhir ini. Perkumpulan ini didirikan pada tahun 1986 oleh seorang ekstremis bernama David Barry yang merupakan mantan anggota gerakan  Ateret Cohanim. Gerakan ini memperoleh banyak benda-benda peninggalan orang-orang yang pernah tinggal di Yerussalem terutama di Silwan dan at Tur sehingga mereka mendapatkan gelar sebagai “pengelola barang-barang yang hilang”. Departemen Lingkungan Hidup dan Pertamanan Israel (Israel Nature and Park Authority) selanjutnya menyerahkan tanggung jawab pengelolaan benda-benda purbakala yang terdapat di Kota Daud kepada kelompok ini. Hal tersebut menjadikan El’ad sebagai penguasa sejati atas Kota Daud, sehingga seorang jurnalis yang bernama Meron Rapoport dari surat kabar Haaretz menyebut kelompok ini dengan Republik El’ad.

 

Bahkan El’ad berhasil memegang penuh kendali Departemen Benda Purbakala Pemerintah Israel (Israel Antiquities Authority) dan Dana Nasional Yahudi setelah mereka berhasil mempromosikan ide Yahudisasi Yerusalem dan rehabilitasi Kota Daud yang legendaris, karena hal tersebut membawa dampak pariwisata yang sangat signifikan. Perkumpulan ini juga berhasil mengambil alih manajemen pusat wisatawan dan taman arkeologi yang dibuat dengan bantuan dari Departemen Lingkungan Hidup dan Pertamanan Israel. Dengan kekuasaan ini, perkumpulan El’ad mendapatkan uang dari setiap pengunjung yang mereka jadikan sebagai sumber utama pendanaan untuk berbagai kegiatan yang mereka selenggarakan

.

Di samping menguasai beberapa Departemen yang ada di pemerintah Israel, perkumpulan ini juga mengambil alih secara paksa rumah para warga Palestina yang ada di Silwan dan at Tur dengan menggunakan berbagai dalih dan alasan yang disertai dengan lampiran dokumen-dokumen palsu yang digunakan oleh para pengacara mereka. Mereka juga melakukan penyitaan terhadap rumah-rumah  kosong warga Palestina yang ditinggalkan oleh para pemiliknya akibat intimidasi yang diberikan oleh perkumpulan ini. Pada tahun 2005, perkumpulan El’ad berhasil menguasai penuh 50 rumah di Silwan yang kemudian dijadikan tempat tinggal bagi keluarga Yahudi, mereka juga melakukan pembongkaran rumah-rumah lain milik warga Yerussalem di Silwan dan at Tur.

 

20. Anshar Jabal Kuil(Pejuang Gunung Kuil)

Gerakan ini merupakan gerakan utama yang memobilisasi mayoritas organisasi-organisasi Temple Mount.Baru-baru ini, gerakan yang dipimpin oleh Profesor Hillel Weiss initelah membentuk unit baru bernama Sanhedrin Kecil (Sanhedrin Lokal), sebuah unit seperti dewan agama yang terdiri dari dua puluh tiga anggota. Pada tanggal 22 Agustus 1999, Haaretz menulis bahwa: “Ada sekelompok kecil dari pendukung Temple Mount, mereka adalah masyarakat pinggiran yang religius dan merupakan lulusan dari sekolah Lehi, mereka menahan rasa sakit dan menghabiskan waktu tidur untuk memikirkan nasib Temple Mount. Dan kelompok ini menjadikan masalah Temple Mount sebagai masalah utama yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itulah, mereka senantiasa berlatih untuk menyiapkan dan menyusun undang-undang, membangun altar dan mempersiapkan berbagai peralatan yang diperlukan untuk Kuil Suci. Berita yang menggembirakan bagi mereka bahwa telah dibentuk lembaga resmi yang bertujuan untuk mengumpulkan dana masyarakat untuk pembangunan Kuil Suci Ketiga sehingga persiapan untuk Kuil Suci telah sempurna”.

 

21. Gerakan Pembangunan Kuil Suci

Gerakan ini dipimpin oleh Rabi David Elboim, yang berafiliasi dengan kelompok Yudaisme Hasidut (Hasidic Yudaism) bernama Ger. Rabi David Alboim senatiasa berusaha untuk mempertegas dan memperkuat rencananya dengan perkataan dan perbuatan. Oleh karena itulah, beberapa waktu yang lalu dia mulai mengajak beberapa anggota gerakan yang dipimpinnya dan beberapa rabi untuk menunaikan ritual ibadah di masjid al Aqsha melalui pengumuman pada setiap bulan. Aktiitas ini didukung oleh Rabbi Joseph Elboim yang mengatakan bahwa: “Kehadiran Yahudi di Temple Mount merupakan hal yang bisa meyakinkan dunia bahwa orang-orang Yahudi serius dalam pembangunan Kuil Suci”, kemudian menambahkan: ” Tanpa melakukan berbagai ritual di Kuil Suci kami akan selalu menjadi Yahudi yang setengah-setengah”. Saat ini, pemimpin gerakan ini sedang menghadiri perayaan besar pada bulan September 2001 untuk memperingati kehancuran Kuil Suci. Dalam acara ini terdapat peragaan upacara dan ritual Yahudi yang disertai dengan pertunjukan musik, serta pidato para rabbi yang menyatakan kepada para hadirin keinginan kuat mereka untuk membangun Kuil Suci Ketiga. Gerakan ini juga mengambil beberapa anak para imam untuk dibesarkan dan dididik di tempat yang terisolasi guna mempertahankan kesucian mereka sehingga mereka bisa menjadi imam-imam yang akan memimpin kuil di masa depan. Mereka juga aktif dalam proyek Temple Institute yang didirikan pada tahun delapan puluhan untuk mempersiapkan pembanguan Kuil Suci, sebagaimana mereka juga membuat beberapa mesin dan pakaian.

 

Keistimewaan dari gerakan ini adalah kerjasama yang erat di antara mereka, sehingga mereka saling melengkapi di berbagai aktivitas yang mereka jalankan. Mereka juga kreatif dan inovatif dalam melaksanakan program-program tanpa harus meninggalkan ideologi yang menjadi landasan gerakan mereka.

 

22. Para Aktivis Independen

 

Mereka adalah para rabi yang menempati posisi yang strategis, seperti Rabi Shlomo Goren, Rabi Eliyahu, Rabi Dov Lior dan Rabi Zalman Korn, masing-masing Rabi membawahi serangkaian kegiatan. Sebelumnya, rabi Shlomo Goren pernah menyebarkan sebuah penelitian, dalam penelitian tersebut Rabi Goren menyalahkan sikap para rabi yang melarang pada pengikutnya untuk memasuki wilayah al Quds. Di akhir hayatnya, Rabbi Goren bekerja di sekolah Haydar yang terletak di kota berdekatan dengan al Quds.Pendapat Rabi Goren yang ingin mendirikan sinagog di al Quds secepatnya mendapat dukungan dari beberapa rekannya seperti Rabi Mordechai di Dewan Agung para Rabi, Rabi Dov Lior dan Rabi Zalman Korn.Bahkan rabi Zalman Korn berpendapat bahwa Kuil Suci Kedua sebenarnya terletak di sebelah timur Dome of The Rock dan bukan di sebelah baratnya, artinya Kuil Suci ke dua terletak di tempat yang paling sakral. Akibat dari pendapat ini adalah diperbolehkannya orang-orang Yahudi untuk memasuki wilayah utara dan selatan tanpa ada larangan agama.

 

Kehadiran organisasi-organisasi ini dan banyak organisasi lainnya yang ingin mewujudkan mimpi untuk membangun Kuil Suci Ketiga di atas reruntuhan masjid al Aqsha bukan hanya membuat kaum muslimin menjadi cemas, akan tetapi juga membuat pemerintah Israel kalang kabut. Baru-baru ini, beberapa pembesar kepolisian Israel bersama dengan mantan intel membentuk sebuah gerakan politik, di antara mereka terdapat nama Assaf Hefetz yang merupakan mantan Inspektur Kepolisian Israel dan juga Carmi Gillon kepala intelejen Israel (GSS), mereka memperingatkan kemungkinan adanya ekstremis Yahudi yang akan melakukan. Gerakan ini mengindikasikan akan adanya peningkatan kekuatan dari ekstrim kanan Yahudi terutama setelah kematian Rabbi Kahane, di mana para pemimpin ekstrim kanan berhasil merekrut lima ribu orang Yahudi. Keberhasilan ini digambarkan melalui sebuah pernyataan dari gerakan ini “bahwa ekstremisme agama dan negara telah mencapai tingkat obsesi dan kegilaan”.Bahkan dua ratus anggota dari hasil perekrutan adalah para tentara dan polisi yang bekerja pada kesatuan khusus di pasukan Israel dengan persenjataan lengkap. Menurut pensiunan jenderal keamanan, orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks menyebut rencana mereka untuk menghancurkan Masjid Al – Aqsa dengan Save Temple Mount yang merupakan nama Ibrani untuk kawasan al Quds.

 

23. OrganisasiSeods Chaisson

Organisasi ini menerima dukungan dari Kementerian Pendidikan Israel dan pemerintah kota Yerusalem serta KementerianPertahanan Israel.Mereka bekerja untuk meningkatkan kesadaran tentangKuil Suci kepada orang-orangYahudi pada umumnyadan para tentarakhususnya. Gerakan ini bertujuan untukmerebuttanah al Quds.

 

24. Gerakan Chabad

Gerakan ini mempunyai beberapa tujuan di antaranya adalah

1.      melahirkan generasi baru yang akan menjadi imam di kuil-kuil Yahudi. Kegiatan ini dilakukan di sebuah desa bernama Harediyah yang tidak jauh dari al Quds dan sesuaikan dengan tuntutan agama Yahudi  berdasarkan batasan yang diberikan oleh para pemimpin mereka.

2.      Budidayasapi merah untuk menghilangkan dosa dan kotoran. Kegiatan ini dilakukan di Hasidiyah.

3.      membantu orang-orang Yahudi untuk masuk ke kuil Suci

 

25. Lembaga Penelitian Kuil Suci

Lembaga ini merupakan salah satu lembaga besar yang berbasis di perkampungan syaraf yang telah diubah menjadi sebuah kawasan Yahudi. Wilayah ini berseberangan dengan Buraq Square di Kota Tua Yerusalem. Di dalamnya terdapat beberapa maket permanen yang meliputi peralatan Kuil dan model Kuil. Lembaga ini dipimpin oleh Yisrael Ariel.

 

26. Gerakan Beitar (Revisionist Youth Movement)

 

Gerakan ini adalah sebuah organisasi Zionis yang didirikan pada tahun 1923, dan memiliki cabang di sejumlah negara di samping keberadaannya di jantung negara Yahudi Israel. Gerakan ini sangat fokus untuk mendirikan peribadatan Yahudi di halaman masjid al Aqsha. Adapun pemimpin dari gerakan ini adalah dua pengacara terkenal yaitu Rabinovi dan Gershon Salmon, yang juga tercatat sebagai ketua dari Kelompok Har Hashem.

 

27. Goulista

 

Adalah sebuah sekolah agama yang terletak di komplek muslim al Quds. Mereka menuntut pembangunan kembali Kuil Suci di halaman masjid al Aqsha.

 

28. Gerakan Persiapan Pembangunan Kuil Suci

Gerakan ini di pipin oleh David Yousef di al Quds, David sendiri mempunyai sebuah majalah bulanan‘we will conduct the temple’ yang gambar sampulnya berupa gambar Kuil Suci tanpa masjid al Aqsha. Gerakan ini menyelenggarakan beberapa pameran mengenai Kuil Suci.

 

29. Sekolah Pemikiran Yahudi

Adalah sebuah sekolah Yahudi Ekstrim yang dipimpin oleh Rabi Yehuda Cruiser yang merupakan ahli dalam bidang penulisan Kuil Suci. Pemikiran dari sekolah ini mirip dengan pemikiran dari gerakan Kach.

 

30. Wanita Suci Temple Mount

Gerakan ini dipimpinoleh Michal Abezr, seorang ibu rumah tanggayang menyebut dirinya sebagai Rabi dari Hecriot.Gerakanbertujuan untuk mencari dana dari para wanita Yahudi dengan cara mengumpulkan koleksi perhiasanemasuntuk persiapan pembangunan Kuil Suci, dan kontribusi yang sudah dikumpulkan akan ditempatkan Temple Institute agar lebih aman.

 

Bersambung…….

 

Disarikan dari buku Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha, ASPAC For Palestine.

 

 

(Visited 30 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *