Organisasi-organisasi Yahudi (Bagian Pertama)

Organisasi-organisasi Yahudi

Bagian pertama

( Ahmad Yani, MA – Peneliti Yahudi dan Zionisme, ASPAC For Palestine)

(Organisasi-organisasi Yahudi )

Membangun kuil khayalan di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha adalah misi besar Zionis-Israel yang perlu dikerjakan secara sistematis dan terorganisir. Beragam kegiatan dan agenda untuk tugas dan misi besar tersebut sepatutnya tidak dilakukan secara serampangan. Maka berdirilah organisasi-organisasi Israel untuk melakukan berbagai ancaman dan penistaan yang semuanya itu mengarah kepada penghancuran Masjid Al-Aqsha dan pembangunan Kuil di atas reruntuhannya. Dengan banyak organisasi yang terbentuk, semakin banyak potensi dan jalur yang bisa diberdayakan untuk melakukan ancaman dan penistaan terhadap Masjid. Organisasi-organisasi tersebut sebagai berikut:

 

1.      Gush-Emunim (Bloc of the Faithful)

Gerakan ini disebut juga dengan gerakan neo zionisme. Didirikan oleh Rabi Moshe Levinger pada bulan Mei 1974 pasca perang Yom Kippur yang terjadi pada bulan Oktober 1973. Gerakan ini merupakan gerakan ekstrimis Yahudi yang bertujuan untuk menguasai daerah Tepi Barat dan Jalur Gaza, serta mendirikan Kuil Sulaiman di atas reruntuhan al aqsha. Untuk mewujudkan tujuan ini mereka menggunakan berbagai macam cara bahkan dengan kekerasan.

 

Sebagian besar anggota gerakan ini berafiliasi dengan National Relegius Party, dan juga mencakup beberapa Rabi Yahudi yang terkenal. Yang semakin membuat gerakan ini berbeda dengan gerakan-gerakan yang lain adalah, mereka menyatukan agama dan ideologi dalam sebuah entitas politik. Dengan mengangkat slogan  “menguasai dan mendirikan pemukiman di seluruh bagian tanah Israel”, gerakan ini senantiasa menyerukan pengusiran terhadap orang-orang Arab dari tanah Palestina dengan bantuan dari pemerintah dan rakyat sipil.

 

Danny Rubenstein penulis buku “Gush Emunim: wajah sebenarnya dari Zionisme” mengatakan: “Kami tidakpercaya bahwa gerakan Gush Emunim mampu mengkonfigurasi dirinya sendiri dan bekerja sesuai dengan gaya mereka tanpa adanya kerja sama dengan pemerintah Zionisme terutama partai Likud, baik secara terang-terangan maupun diam-diam”.

Seorang peneliti bernama Nizar Hamid berpendapat bahwa kegiatandari gerakan pemukiman dan permusuhan ini memberikan kesempatan bagi pemerintah Israel untuk bermanuver di tingkat kebijakan luar negeri, dengan mengklaim bahwa pendudukan dan pemukiman merupakan inisiatif pribadi dari rakyat Israel dan dilakukan secara acak tanpa control resmi dari pemerintah.

 

Dia menambahkan bahwaGush Emunim bekerja sama dengan gerakan keagamaan ekstremis “Kach” untuk memuluskan usaha pendudukan dan pemukiman.  Ada juga gerakan keagamaan yang mempunyai ideologi seperti “Gush Emunim”  yang bernama “Atzmút” yang diketuai oleh Ezra Zohar.

 

2.      Gerakan Hay Vekayam

Tidak diketahui secara pasti, kapan berdirinya gerakan ini. Menurut beberapa sumber, persetujuan yang dilakukan oleh pemerintah Israel dan Otoritas nasional palestina (PLO) pada awal tahun 90an telah membuka keberadaan gerakan ini. Sebagian besar anggotanya yang hanya berjumlah ratusan orang tinggal di pemukiman Gush Etzion, dan mayoritasnya bekerja sebagai polisi rahasia. Salah satu pemimpin gerakan ini adalah Mordechai Cirbel dan Yehuda Etzion, yang merupakan anggota dari organisasi rahasia Yahudi dan pernah mengembangkan rencana untuk meledakkan Al – Aqsa awal tahun delapan puluhan. Gerakan ini telah beberapa kali merencanakan peledakan Masjid Al – Aqsa, akan tetapi usaha mereka gagal dan bahkan banyak diantara anggotanya ditangkap lebih dari sekali, namun mereka langsung segera dibebaskan.

 

Shabtai Ben Dov, seorang filosofi Israel yang juga salah satu anggota dari gerakan rahasia Yahudi merupakan pembimbing bagi gerakan ini. Gerakan ini mempunyai keyakinan bahwa ideologi Israel yang telah berlangsung selama 4000 tahun akan kembali muncul dalam bentuk organisasi dan lembaga-lembaga yang baru, rumah suci ketiga, serta kemerdekaan yang baru. Dan yang paling penting bagi para pembesar gerakan ini adalah keabadian Israel.

 

3.      Gerakan Tehiya (Kebangkitan)

Gerakan ini merupakan gerakan politik sayap kanan dan menunjukkan tren non-agama. Dianggap sebagai salah satu gerakan teroris yang paling ekstrim dan rasis di Israel. Gerakan ini kembali muncul pada Juli 1979 ketika memisahkan diri dari gerakan “Herut” sebagai protes terhadap perjanjian Camp David. Setelah itu, beberapa anggota dari gerakan “Gush Emunim” dan gerakan pengusung propaganda “Greater Israel” bergabung dengan mereka. Gerakan ini fokus untuk mengontrol wilayah yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsa dan mendirikan pemukiman Yahudi di kawasan ini secara khusus dan di Tepi Barat secara umum, karena penguasaan wilayah tersebut dapat mewujudkan kedaulatan dan kekuatan Israel. Oleh karena itulah, mereka menyiapkan dana yang sangat besar untuk tujuan ini.

Dalam aliansi dengan gerakan “Tsumet”, partai Tehiya berhasil memperoleh tiga kursi di parlemen Israel X, dan di Parlemen XI dan XII mereka memperoleh lima kursi. Salah satu prinsip utama dari gerakan ini adalah mendirikan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dengan mengalokasikan dana yang sangat besar untuk tujuan ini. Dan diantara pemimpin gerakan ini adalah Yuval Ne’eman, Gaiola Cohen dan Hanan Ben-Porat.

 

Terlepas dari penggunaan kedok sekularisme oleh gerakan ini, mereka menyerukan aneksasi Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981. Bahkan salah satu pemimpin mereka, Yuval Ne’eman menjelaskan ide perluasan untuk gerakan ini ketika dia mengatakan kepada koran Maariv dan mengakui semua tanpa malu :” saya melihat Lebanon sebagai tanah Israel, Tanah yang dijanjikan”.

 

4.      The Temple Mount Faithful

Gerakan ini adalah gerakan ekstremis agama. Pada tahun 1983, gerakan ini mendirikan Asosiasi Dana Jabal al Bait atau Jabal al Kuil (The Temple Mount). Gerakan ini selalu berusaha untuk melakukan Yahudisasi wilayah Masjid Al-Aqsa.

 

Kantor pusat gerakan ini berada di kota Yerussalem. Mereka juga mempunyai cabang di Amerika Serikat, melalui cabang ini beberapa orang kristen California senantiasa memberikan bantuan materi. Gerakan ini mempunyai tujuan utama untuk membangun kembali Rumah Suci Ketiga. Selain itu, gerakan ini juga sering mengadakan peribadatan ala Yahudi di alun-alun sekitar Tembok Ratapan. Di antara tokoh yang paling menonjol dari gerakan ini dan menjadi simbol adalah Stanley Juldfot yang berasal dari Afrika Selatan. Stanley Juldfot sendiri pernah bekerja untuk kepentingan kelompok teroris Xoshtrin yang pernah membunuh mediator PBB Count Bernadotte pada tahun 1948 .

 

5.      Gerakan Kach (Jewish Defense League)

Secara etimologi Kach berarti senapan. Kach sendiri merupakan sebuah gerakan ekstremis sayap kanan yang didirikan pada tahun 1972 oleh Yahudi Amerika bernama Rabi Meir Kahane yang lahir dan meninggal di New York, juga menjadi wakil bagi gerakan ini di parlemen Israel XI tahun 1984. Rabi Meir Kahane sendiri terkenal dengan pandangan radikalnya yang senantiasa menyerukan pengusiran terhadap orang-orang Arab Palestina dari seluruh tanah Palestina dengan paksa, hal tersebut agar tanah Palestina tetap murni untuk orang Yahudi.

 

Dia berpendapat bahwa orang-orang Arab pada umumnya dan orang-orang Palestina secara khusus merupakan kelompok masyarakat berkasta rendah di mata agama Yahudi, oleh karena itu mereka layak untuk ditindas dan diusir dar tanah yang dijanjikan. Keyakinan ini ditunjukkan dengan perlakuannya yang sangat rasis terhadap warga Palestina. Salah seorang pengikutnya yang bernama Goodman pernah melakukan serangan terhadap masjid al Aqsha pada tanggal 11 April 1982. Serangan ini menyebabkan sejumlah kaum muslimin terluka dan bahkan beberapa diantaranya mati syahid. Akibat serangan ini, Kahane harus mengeluarkan banyak biaya untuk Goodman hingga dia dibebaskan dari penjara.

 

Sebagian besar pengikut gerakan ini adalah para pelajar yang memfokuskan kegiatan mereka di Yerusalem. Dalam menjalankan aktivitasnya, mereka bergerak secara terang-terangan maupun secara rahasia. Berkaitan dengan struktur gerakan, mereka menggunakan pola piramida. Di puncak piramida terdapat gerakan politik yang ditopang oleh kekuatan militer serta lembaga-lembaga keuangan, pendidikan dan ideologi. Tiap-tiap lembaga mempunyai Komisi Keamanan yang telah aktif sejak gerakan intifada yang pertama.

 

Diantara kegiatan gerakan ini yang menargetkan masjid al Aqsha sebagai sasaran adalah beberapa operasi kriminal yang dilakukan oleh para anggotanya seperti upaya untuk merebut Masjid Al-Aqsa, upaya untuk meledakkan Qubbah ash Shokhroh, dan beberapa penembakan yang dilakukan di dekat masjid al Aqsha.

 

6.      Gerakan Kahane Chai

Gerakan ini adalah gerakan sayap kanan radikal yang tidak berbeda dengan gerakan Kach dalam hal ideologi, akan tetapi ada perbedaan pribadi antar pemimpin kedua gerakan. Sebagian besar anggota gerakan ini tinggal di pemukiman Kafar Tapuach yang terletak di Tepi Barat utara dengan pemimpin mereka Benyamin Kahane yang merupakan putra dari Rabbi Meir Kahane.

 

Benyamin memiliki cara pandang yang sangat mirip dengan ayahnya, dia juga memiliki asisten dengan catatan yang lengkap tentang beberapa target potensial terhadap orang-orang Arab, dan juga rencana untuk serangan serta aksi sabotase terhadap mereka dan properti mereka. Adapun yang mengatur kegiatan luar negeri untuk gerakan ini adalah Jacob Yuktmial yang mempunyai catatan kriminal berdarah.

 

Orang-orang yang berafiliasi dengan gerakan ini mayoritas dipenuhi oleh Yahudi Amerika yang percaya bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa suci, dan bahwa tanah Israel adalah tanah suci, karena tanah suci tersebut senantiasa menjamin kehidupan rakyat yang tinggal di sana dalam bidang pendidikan, agama dan sumber daya alam. Para anggota kelompok ini yang berjumlah sekitar 200 anggota di antaranya terdapat 30 pemudi selalu melakukan latihan pertempuran, baik yang bersifat individu, pertempuran dekat dan pertempuran dengan dengan senjata ringan di kamp pelatihan khusus yang terletak di Amerika Serikat.

 

Dalam gerakan ini, kelompok yang menonjol adalah kelompok Yahudi yang datang dari New York, Amerika Serikat dengan membawa ideologi “kesatuan pertahanan yahudi”. Gerakan ini banyak memiliki cabang di Amerika Serikat, dimana para anggotanya secara terang-terangan dilatih dan dipersiapkan untuk berangkat ke Israel. Di samping itu, ada juga anggota mereka yang berasal dari Yahudi Soviet, Inggris dan Kanada yang bertemu di Israel.

 

Perlu dicatat bahwa otoritas pemerintah Zionis Israel sudah mengeluarkan banyak resolusi hukum yang melarang gerakan Kach dan Kahane chai untuk mengintimidasi warga Palestina. Keputusan ini datang untuk menenangkan opini publik dunia, dan pada saat yang sama melepaskan tanggung jawab atas tindakan radikal yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut.

 

 

7.      Kelompok Hasmonean

Kelompok ini adalah salah satu kelompok radikal yang dipengaruhi oleh gerakan Kach. Didirikan belum lama dan dipimpin oleh seorang radikal Yahudi yang bernama Yoel Lerner, sedangkan Rabi Avigdor Naftsal; presiden asosiasi mahkota tua dianggap sebagai guru spiritual bagi gerakan ini. Para anggota kelompok ini terkenal dengan ekstrimisme dan radikalisme, serta pengalaman militer yang tidak sedikit. Hal tersebut tidaklah aneh, karena setelah menyelesaikan dinas militer mereka segera beralih tugas untuk menguasai Yerusalem dengan kekuatan penuh tanpa mengindahkan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Israel. Di samping itu, mereka juga menuntut pengusiran penduduk Arab dari Yerusalem secara keseluruhan.

 

Operasi-operasinya selalu ditandai dengan aksi kekerasan dan terorisme yang dilakukan dengan teknik-teknik militer yang sangat tinggi. Perlu dicatat bahwa kelompok ini pernah mencoba untuk meledakkan Qubbah ash Shokhroh pada bulan Juli 1982, akan tetapi upaya tersebut gagal karena bom yang sudah mereka pasang berhasil ditemukan sebelum meledak .

 

8.      Gerakan Tzomet (crossroads).

Gerakan ini merupakan sebuah gerakan nasionalisme ekstremis yang didirikan oleh mantan Kepala Staf Rafael Eitan pada bulan Oktober tahun 1983. Dan sudah banyak diketahui bahwa Eitan adalah orang Yahudi yang paling ekstrim dalam penggunaan kekerasan terhadap orang Arab Palestina ketika dia menjabat sebagai kepala staf. Gerakan ini berusaha untuk fokus pada doktrin Zionis, karena gerakan ini berhasrat untuk mengembalikan kemuliaan tanah Zion.

 

Gerakan ini sangat menekankan pada kelangsungan kota Yerusalem sebagai ibukota dari entitas negara di bawah kedaulatan Zionis Yahudi, dan menolak untuk menarik diri dari Tepi Barat, serta menyeru semua bangsa Yahudi untuk mengintensifkan pendudukan dan pendirian pemukiman di dalamnya.

 

Tzomet sendiri berhasil mendapatkan 8 kursi di parlemen Zionis XII pada tahun 1988, setelah sebelumnya berhasil mendapat 5 kursi di Parlemen XI ketika beraliansi dengan gerakan Tehiya. Pada tahun 1988, beberapa anggota membelot dari gerakan ini dan bergabung dengan Partai Buruh, walaupun mereka masih mengadopsi gagasan Tzomet.

 

9.      Organisasi Soiree Zion

Organisasi ini adalah gerakan sukarela (volunteer) yang bekerja di bawah pengawasan sekolah agama Glitsta, dan banyak melakukan kegiatan kemasyarakatan (CSR). Organisasi ini menerima dukungan dari Kementerian Pendidikan Israel dan pemerintah kota Yerusalem dan tentara Israel.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang adanya Kuil Sulaiman dan keberadaan kota Yerusalem yang dikhususkan hanya untuk orang-orang Yahudi. Selain itu, gerakan ini juga mengatur perjalanan rutin bagi para pelancong ke situs agama Yahudi di Yerusalem.

 

10.  Yayasan Kuil Suci

Pendiriorganisasi ini adalah seorang Yahudi Afrika Selatan StanleyJuldfotyang membelot darikelompok The Temple Mount Faithful. Setelah itu, lima orang Evangelis bergabung dalam jajaran kepengurusannya, termasuk di dalamnya seorang fisikawan Amerika Lagart Dolphin yang mencoba untuk naik ke Masjid Al-Aqsa dan Qubbah ash Shokhroh bersama dengan GoldFooteuntuk mengambil gambar kedua tempat suci tersebut dengan menggunakan sinar X yang telah dimodifikasi oleh Lagart Dolphin guna membuktikan kepada dunia bahwa masjid al Aqsha dibangun di atas kuil sulaiman.

 

Bersambung…….

Disarikan dari buku Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha, ASPAC For Palestine.

(Visited 59 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *