Fikih Prediksi dan Prediksi Fikih (2)

Pembahasan tentang Ekonomi Syariah, setidaknya mencakup tiga sektor. Yaitu: Keuangan syariah, sektor riil dan filantropi. Yang lebih banyak dikaji dan lebih marketable adalah justru keuangan syariah. Sebagian bahkan mengidentikkan ekonomi Islam dengan perbankan Islam. Padahal, sektor terbesar yang menjadi rujukan dan kajian utamanya yang terdapat di dalam al-Quran adalah sektor ketiga yaitu filantropi. Kata-kata zakat, shadaqah, infaq beserta berbagai derivasinya dan kata-kata yang semakna cukup banyak bertebaran di berbagai tempat dalam al-Quran dan hadis. Belum termasuk anjuran menyantuni anak yatim, memberi makan orang fakir dan miskin serta memberi bantuan secara umum kepada berbagai pihak. Hal tersebut sebenarnya mengindikasikan perlunya kajian lebih mendalam di sektor ketiga ini. Selain kegunaannya di lapangan, hal tersebut diharapkan akan berdampak besar untuk motivasi dan penggalangan kemanusiaan yang lebih maksimal dan efektif.

Inilah yang disebut prioritas dan timbangan dalam menentukan sebuah program atau kegiatan. Karena terbatasnya sumber daya, baik manusia maupun sumber pendukung materi dan lainnya. Dengan menggunakan fikih prediksi (fiqhu al-ma’âlât), maka hal-hal di atas bisa diprediksi dengan ilmu dan kemudian disikapi serta ditindaklanjuti. Apalagi konsideran-konsideran makin banyak dan canggih di era kemajuan teknologi seperti saat ini.

Demikian halnya kajian tentang konflik di Timur Tengah, khususnya yang terjadi di Palestina. Kebanyakan kajian konflik terpusat pada masalah politik dan kemanusiaan. Padahal kajian tentang, sejarah, al-Quds (Baitul Maqdis) dan Masjid al-Aqsha secara khusus menjadi titik utama dan target penjajahan Zionis Israel. Tahapan-tahapan yang dilakukan zionis Israel sangat jelas. Mereka bermula dari membentuk komunitas, sosialisasi, kemudian negara, pengakuan publik, menguasasi ekonomi, politik dan media. Target dan fokus mereka adalah al-Quds dan Masjid al-Aqsha.

Klaim sepihak Gedung Putih mengenai Jerusalem adalah bukti fokusnya kerja mereka. Hal yang sebenarnya juga sudah diprediksi oleh para pejuang pembebasan Palestina, juga tak sedikit dari para ulama dan ilmuwan muslim. Sayangnya, prediksi tersebut tak sampai ditindaklanjuti pada langkah startegis untuk melindungi al-Quds dan Masjid al-Aqsha. Sehingga, dampaknya di tataran masyarakat umum pun tak sedikit yang menanyakan, memang apa bahayanya klaim AS terhadap Jerusalem di akhir tahun lalu?

Sebagian umat ini cukup aware dengan al-Quds dan Masjid al-Aqsha yang menjadi pusaran konflik. Namun, sosialisasi kepada dunia internasional serta keterbatasan memproteksinya seolah membuat asumsi betapa superiornya AS sehingga bisa membuat keputusan apapun. Di lain pihak menandakan Palestina dan umat Islam khususnya menjadi pihak yang lemah, bukan hanya karena tertindas dan sering terstigmakan negatif tapi dukungan yang didapat pun tidak berpengaruh dalam realitas lapangan.

Tanpa bermaksud mengecilkan apalagi mengesampingkan kajian-kajian kemanusiaan, pengungsi, tawanan, rekayasa demografi dan pemukiman ilegal, penangkapan tak manusiawi, perampasan aset atau kajian-kajian politik, ekonomi dan lainnya, maka tingkat perhatian dan kesadaran tentang al-Quds dan Masjid al-Aqsha perlu terus ditingkatkan dan disosialisasikan. Apalagi bagi umat Islam, bukan hanya diikat secara historis, keduanya memiliki tautan ideologis yang sangat kuat. Mendukung dan membela kemerdekaan Palestina, artinya melakukan segala upaya untuk melindungi Masjid al-Aqsha dan Baitul Maqdis. Di mulai dari upaya-upaya individu dalam keluarga, kemudian melalui penyadaran di berbagai forum resmi (pendidikan formal), maupun non formal (seminar, ceramah, khutbah, tulisan) dan menggunakan berbagai media cetak dan internet. Bila hal ini menjadi perhatian utama umat ini, maka soliditas umat takkan terganggu, meski mendapatkan perlawanan yang berat dan penjajahan yang tak kompromis melakukan penistaan dan kezhaliman. Saatnya melawan kezhaliman dengan lebih cerdas. Wallahu al-Musta’ân.

 

Catatan Keberkahan 85

Jakarta, 18.01.2018

SAIFUL BAHRI

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *