Anak-Anak yang Ditakuti

Penangkapan anak-anak, bahkan sampai eksekusi mati yang dilakukan oleh Zionis Israel tentu membuat kisah kezhaliman makin membuat dunia muak. Simak tragedi kemanusiaan pada 30 September 2000, kisah terbunuhnya Muhammad Jamal Durrah dalam pelukan ayahnya tanpa daya, yang direkam oleh Talal Abu Rahma -seorang juru kamera lepas Jaringan TV France 2- sangat popular dan menyayat hati. Sebelum eksekusi yang sangat kejam itu dan setelahnya, sudah banyak anak kecil dan makin banyak lagi yang memenuhi jeruji-jeruji tahanan Zionis Israel dan bahkan dieksekusi mati. Mengapa anak-anak kecil itu menjadi demikian menakutkan bagi mereka?

Jauh sebelum kejadian itu, al-Quran merekam kisah kezhaliman yang sering diulang-ulang. Kekejaman Firaun yang mengeksekusi mati banyak dari bayi laki-laki Bani Israil di Mesir. Pemicunya adalah kekhawatiran dari mimpinya. Kecemasan kehilangan kekuasaannya. Maka, ia pun mengerahkan segenap kekuasaannya untuk membunuhi para bayi yang tak berdosa. Demikian takutnya Firaun yang mengaku memiliki kekuasaan absolut itu kepada bayi-bayi kecil tak berdaya.

Kisah tentang kezhaliman ini juga terus berlanjut dialami oleh anak-anak, mereka tak luput dari pemusnahan masal yang dilakukan oleh Ashabul Ukhdud. Kisah kezhaliman yang direkam oleh al-Quran di Surah al-Buruj dan dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis panjang.

Anak-anak yang ditakuti oleh para pelaku dan pembela kezhaliman selalu ada di setiap masa. Bahkan Nabi Yahya ‘alaihissalâm di usianya yang masih belia, diangkat oleh Allah sebagai nabi dan utusan-Nya. Ia dan ayahnya, Zakaria melawan kezhaliman dan ketimpangan sosial di tengah masyarakatnya. Konsekuensinya mereka berdua dieksekusi mati oleh para durjana yang mengaku hebat, namun sangat takut dengan anak-anak dan orang tua yang tak berdaya.

Sejarah tak berhenti bertutur mengisahkan keberanian dan kepahlawanan anak-anak pemberani. Ali bin Abi Thalib mewakili anak-anak yang menjadi para pembela Islam dan Nabi Muhammad di masa-masa awal.

Setelah hijrah ke Madinah, para rabi Yahudi meramal takkan ada anak lelaki yang terlahir. Ejekan mereka terpatahkan tak lama setelah itu dengan lahirnya Abdullah bin Zubeir, menghancurkan olokan mereka. Ia menjelma menjadi anak pemberani yang selalu membersamai ayahnya, Zuber bin Awwam yang digelari hawâriy Rasulillah SAW saat-saat genting di Perang Ahzab.

Simak pula, kisah Ibnu Mas’ud yang mengabadikan cerita terbunuhnya Abu Jahal pada perang Badar. Sang durjana ini terbunuh ditangan dua anak kecil putra Afra’, Muadz dan Mu’awwidz, seperti tutur Imam Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Ibnu Hisyam, Muawidz dan teman mainnya Abdullah bin Jad’an menjadikan Abu Jahal bahan pembuktian keberanian mereka. Muawwidz memenangkannya dengan membunuh Abu Jahal.

Sejarah kemudian memunculkan para pemimpin muda, karena anak-anak pemberani tersebut sudah dewasa semenjak kecilnya. Anak-anak seperti inilah yang ditakuti para durjana dan pembela kezhaliman.

Di sebagian tempat, anak-anak seperti ini dibunuh secara fisik. Ditempat lain, mereka dibunuh kedewasaannya melalui kemajuan teknologi, ketergantungan pada permainan online, gadget dan berbagai produk digital dunia modern. Jika anak-anak umat ini memiliki imunitas akidah yang kuat, maka justru revolusi industri keempat yang ditandai dengan revolusi digital, menjadi musuh yang tangguh bagi kezhaliman. Bisa jadi, makin banyak anak-anak di balik jeruji kezhaliman, namun bersama waktu mereka akan menjadi dewasa dengan sebuah ruh yang justru tak tergadaikan. Ruh Musa sang penantang utama kezhaliman dan kemudian meruntuhkannya. Ruh Yahya sang penghancur kezhaliman meski masih belia. Ruh Dawud sang penantang Jalut yang ditakuti orang-orang dewasa. Ruh-ruh para nabi dan pejuang yang akan selalu dikenang karena selalu melawan kezhaliman sejak mereka masih anak-anak dan berusia beliau. Cepat atau lambat, kezhaliman akan menemui ajal buruknya. Wallahu al-Musta’ân.

 

Catatan Keberkahan 86

Jakarta, 25.01.2018

SAIFUL BAHRI

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *