Uskup Palestina: Semua Konspirasi Israel ke Al-Quds “Gagal”

iwishcenter.org – Al-Quds. Uskup Agung Partriarkat Ortodoks Yunani di Al-Quds, mengatakan semua konspirasi terhadap kota Suci (Al-Quds) akan gagal, Ahad (28/1/2018). Berita dilansir oleh kantor berita Palestina Felesteen.ps.

“Sejarah, warisan budaya, identitas, situs-situs suci dan wakaf Al-Quds menjadi target penjajah Israel”, ujar Uskup Agung Atalla Hanna. Dia menambahkan bahwa perencaan konspirasi penjajah Israel adalah “untuk mencabut Al-Quds dari tubuh orang-orang Palestina.” Ketua gereja ini kembali menyatakan bahwa seluruh konspirasi penjajah Israel akan gagal.

Uskup Agung Hanna menyampaikan pernyataan ini saat resepsi untuk sebuah delegasi akademisi Brazil, termasuk professor-professor universitas.

Para professor tersebut datang ke wilayah-wilayah terjajah dalam rangka kunjungan solidaritas dengan orang-orang Palestina. Delegasi tersebut akan mengunjungi sejumlah universitas-universitas Palestina dan institusi akademis.

“Al-Quds tidak akan diam dan tidak hanyat terdiri dari tempat-tempat suci yang kita banggakan”, ujar Hanna kepada delegasi tersebut. “Kami juga manusia yang berjuang untuk kebebasan Al-Quds dan mendapatkan haknya, harapan dan aspirasi nasional”, tambahnya.

Dalam menghormati ini, dia menegaskan bahwa keputusan Amerika Serikat (AS) terkait Al-Quds “sama sekali mengabaikan orang-orang Palestina kota tersebut dan menganggap bahwa kita tidak ada di Al-Quds”.

“Kami disini”, kritikan yang ditujukan kepada penjajah Israel. “Kami masih disini. Kami tinggal dan kami tidak akan mengakui kota kami apapun konspirasi yang ditujukan kepada kami dan apapun rencana untuk mencabut Al-Quds dari tubuh orang-orang Palestina serta distorsi keistimewaan-keistimewaannya.”

Uskup Hanna menyimpulkan dengan menegaskan bahwa orang-orang Palestina di Al-Quds tidak akak terkejut dengan sikap AS baru-baru ini. “Ini memusuhi rakyat kami. Kebijakan AS seperti ini melawan orang-orang kami dan wilayah arab untuk waktu lama. Apa yang telah terjadi saat ini dengan Trump hanya mengungkapkan wajah sebenarnya, dari kebijakan Amerika Serikat terhadap wilayah regional ini”. tegas Uskup Hanna.

Sumber: middleeastmonitor.com

(Visited 32 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *