Perpindahan Kedubes AS Ke Al-Quds, Siapa Berani Mencegah?

iwishcenter.org – Tiga bulan lalu, tepatnya 21 Desember 2017 masyarakat dunia menanggapi gembira hasil voting di PBB yang mayoritas menolak klaim Trump bahwa Al-Quds adalah ibukota Israel. Dari sebanyak 193 negara anggota PBB, 128 negara menentang kebijakan Trump ini, 9 negara mendukung dan 35 negara abstain. Sedangkan 21 negara anggota lainnya tidak menghadiri sidang, Aljazeera.net, Kamis, (21/12/2017).

Banyak pihak yang mengira usai sidang ditutup, dengan serta merta masalah status Al-Quds ini selesai. Padahal, hasil sidang tersebut tidak ada kekuatan hukum mengikat, sehingga tidak dapat menekan Amerika menarik pernyataan kontroversial Trump. Termasuk ide memindahkan Kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Al-Quds, semua itu tetap dijalankan tanpa sedikitpun terpengaruh dengan hasil voting. Nikki Halley, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB menegaskan, hasil sidang tak akan menggoyahkan rencana negaranya untuk memindahkan kedubes Amerika di Israel ke Al-Quds.

Pernyataan Halley kini terbukti dan bukan isapan jempol belaka. Pemerintah Amerika pada Jumat (23/2/2018) kemarin mengumumkan akan merealisasikan janji pemindahan kedubes AS ini. Bahkan waktunya telah ditentukan, yaitu bertepatan dengan hari jadi negara Israel 14 Mei 2018. Satu hari setelahnya dikenal dengan hari Nakbah, 15 Mei, memperingati 70 tahun diusirnya warga Palestina dari kampung halaman mereka oleh Zionis Israel. Tindakan Trump ini bukan saja melecehkan aspirasi masyarakat dunia, tapi juga menyakiti perasaan rakyat Palestina dan umat Islam.

Apa yang dilakukan presiden AS ini setidaknya mengindikasikan lima hal, pertama, Trump ingin menunjukkan dirinya adalah seorang loyalis Zionis. Ia buktikan dengan memindahkan kedubes AS dari Tel Aviv ke Al-Quds di hari jadi Israel sebagai hadiah istimewa dari Washington. Harapannya, ada timbal balik dukungan terhadap posisi Trump sebagai Presiden AS di tengah kondisi pemerintahannya yang terus digoyang.

Kedua, Amerika ingin menunjukkan sebagai negara super power yang tindak-tanduknya tidak dapat dihalangi oleh siapapun, bahkan oleh PBB sekalipun. Dibuktikan dengan tidak dianggapnya hasi voting PBB beberapa bulan lalu. Disamping itu, semua kebijakan PBB apapun bentuknya dapat gagal begitu terkena veto AS di DK PBB.

Ketiga, Amerika secara tidak langsung telah mengikrarkan diri bukan lagi sebagai juru runding perdamaian Palestina-Israel. Karena AS telah memperjelas posisinya sebagai pendukung kuat Israel. Beberapa kebijakannya terhadap Palestina pun dengan serta merta berubah, seperti bantuan dana terhadap UNRWA, angkanya turun 50% atau menjadi 65 juta dolar AS pertahun, jelas hal ini memperburuk kondisi kemanusiaan para pengungsi Palestina yang hidup di penampungan.

Keempat, agenda terselubung AS-Israel untuk merealisasikan pertukaran tanah Sinai di Mesir dengan Jalur Gaza Palestina. Kedekatan AS ini menjadi jembatan Israel untuk menjadikannya mediator untuk melakukan normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab yang menjadi kolega setia AS.

Kelima, Amerika siap secara militer membela Israel dengan segala konsekuensinya. Baik mengamankan Israel secara politik, hingga memasok senjata dan mengirim tentara ketika dibutuhkan. Dengan demikian secara tidak langsung Washington menyatakan perang terhadap rakyat Palestina dan negara-negara pendukungnya.

Siapa Berani Mencegah?

Secara politik AS boleh dibilang aman, mengingat posisinya sebagai anggota tetap di DK PBB yang memiliki hak veto. Tapi apakah AS lupa terhadap kegigihan rakyat Palestina? Faktanya, sehebat apapun Zionis Israel tidak dapat memadamkan perlawanan rakyat Palestina yang dikenal dengan sebutan intifadhah.

Aksi perlawanan rakyat Palestina menjadi satu-satunya cara yang tersisa untuk menggetarkan penjajah Israel dan sekutunya. Karena upaya lain hanyalah harapan, terbukti dunia tak dapat berbuat banyak untuk mencegah arogansi Amerika untuk mendukung sekutunya Israel di tanah terjajah Palestina. Wallahul Musta’an.

(Visited 129 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *