Trump “Kemungkinan” Hadir dalam Pembukaan Kedutaan AS di Al-Quds

iwishcenter.org – Washington. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemungkinan akan melakukan kunjungan ke penjajah Israel, untuk membuka kedutaan AS di Al-Quds yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Mei 2018.

“Saya mungkin, saya mungkin”, ujar Trump saat menerima Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu di Ruang Oval,  Ahad (4/3/2018). “Mereka sudah memulai pembangunan dan saya mungkin akan kesana”, lanjutnya.

“Saya akan melihat. Jika saya dapat datang, saya akan datang ke sana”, ujar Trump.

Pemerintahan Trump kembali memberitakan pergeseran waktu pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds. Desember lalu, Trump mengumumkan mengakui Al-Quds sebagai ibukota penjajah Israel.

Pemerintahan Trump pertama kali mengatakan akan membutuhkan bertahun-tahun untuk memindahkan kedutaan AS dan telah mengatakan menolak gagasan membuka kedutaan AS sementara di Al-Quds. Namun saat ini, tampaknya pemerintahan AS bertekat melakukan pemindahan. Pemerintahan AS mengumumkan rencana bulan lalu untuk merancang sebuah fasilitas konsulat AS di Al-Quds sebagai kedutaan AS, sambil menunggu proses pembuatan sebuah kedutaan baru di Al-Quds.

Baru-baru ini Trump mengkritik perbedaan terkait hal pemindahan kedutaan AS, Senin (5/3/2018).Trump mengatakan AS akan menghabiskan dana hanya 250.000 dolar untuk membangun kedutaan yang baru. Jumlah ini bertentangan dengan proposal yang diajukan senilai 1 milyar dolar.

Setelah pembukaan kedutaan AS di bulan Mei, AS akan membangun ruang kantor tambahan di fasilitas konsulat pada akhir 2019. Namun ruang tersebut akan bersifat sementara, karena AS melakukan identifikasi sebuah lokasi kedutaan dan akan membangun secara permanen kedutaan AS di Al-Quds.

Trump memuji keputusannya mengenai pengakuan Al-Quds sebagai ibukota penjajah Israel. Trump menegaskan presiden-presiden sebelumnya telah berjanji untuk melakukan pemindahan, tapi urung dilaksanakan. “Hal ini adalah sesuatu yang sangat diapresiasi oleh penjajah Israel”, ujar Trump.

Keputusan Trump itu meskipun menghentikan proses perdamaian yang telah dipimpin oleh AS dan menyebabkan kegemparan di dunia arab, serta mengakibatkan pemimpin-pemimpin Palestina menolak peran AS memperantarai resolusi sebuah resolusi konflik penjajah Israel-Palestina, yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Trump optimis akan arah proyek proses perdamaian. “Kami percaya, kami mempunyai kesempatan yang sangat bagus untuk menyukseskan perdamaian ini”, tambah Trump. Trump mengatakan bahwa “orang-orang Palestina sedang menunggu kembali meja perundingan dengan sangat buruk”. Perkataan Trump ini bertolak belakang dengan realita bahwa orang-orang Palestina tidak menginginkan kembali ke meja perundingan yang diinisiasi oleh AS.

Sumber berita: cnn.com

Sumber Foto: theguardian.com

(Visited 16 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *