Israel Usulkan Hilangkan Masalah Pengungsi Palestina

iwishcenter.org – Gaza. Direktur Eksekutif UNRWA di Jalur Gaza, Matias Shamali mengungkapkan usulan Perdana Menteri penjajah Israel memindahkan permasalahan pengungsi Palestina ke Komisi Tinggi PBB urusan pengungsi.

Shamali mengatakan bahwa ia mendengar usulan tersebut dari Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu, yang memutuskan memindahkan pengungsi Palestina ke komisi tinggi PBB, bukan UNRWA. Shamali mengganggap bahwa pemikiran ini adalah pemikiran yang “gila”.

Komisi ini tidak mempunyai kapasitas dan persiapan-persiapan menangani 275 sekolah dan 222 pusat kesehatan untuk pengobatan pengungsi, tambahnya. Shamali menegaskan bahwa pemindahan permasalahan pengungsi ke Komisi Tinggi PBB akan menyelesaikan permasalahan pengungsi Palestina.

Sehubungan muktamar yang akan dilangsungkan di Roma pada pertengahan bulan ini, Shamali menyebutkan akan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterrez.

Shamali menekankan bahwa Kebutuhan UNRWA mengenai anggaran tahunan untuk memberikan pelayanan pengajaran 275 sekolah dan pemberian gaji bagi 19 ribu petugas. “Hingga saat ini sepertiga anggaran yang dibutuhkan belum tersedia”, tegas Shamali.

Anggaran yang tersedia saat ini untuk mengisi defisit hingga bulan Mei mendatang, lanjutnya. Dia menjelaskan jika dana dan kontribusi yang baru belum ada, maka UNRWA masuk ke dalam kondisi yang sangat serius dan akan mengancam pelayanan bagi para pengungsi Palestina.

Shamali menyebutkan UNRWA menemukan cara untuk melanjutkan pemberian pelayanan dasar bagi para pengungsi Palestina hingga bulan Juni mendatang. “Tanpa kontribusi pendanaan, maka kondisi UNRWA akan berada dalam risiko terkait pemberian pelayanan dasar untuk para pengungsi.

Shamali meminta agar blokade penjajah Israel terhadap Jalur Gaza dihilangkan, agar dapat menyelematkan kondisi dari bencana yang dialami oleh penduduk Gaza.

“Dari 1 juta pengungsi Palestina di Jalur Gaza yang diberikan bantuan makanan UNRWA, 77 persen diantaranya hidup di bawah garis kemiskinan”, kata Shamali.

Sumber berita: alittihad.ae

Sumber Foto: republika.co.id

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *