Syarat Pemindahan Kedutaan ke Al-Quds oleh Honduras dan Paraguay

iwishcenter.org – Rio De Janeiro. Dua negara Amerika Latin kemungkinan akan segera memindahkan kedutaan mereka ke Al-Quds, kutip radio militer dari “sumber pejabat diplomatik senior penjajah Israel”.

Honduras dan Paraguay mengatakan bahwa kedua siap “pada prinsipnya” memproses pemindahan, jika Perdana Menteri penjajah Israel Benyamin Netanyahu melakukan kunjungan resmi ke masing-masing negara tersebut. Komentar ini menyusul pemberitahuan Guatemala yang akan memindahkan kedutaannya, setelah keputusan Amerika Serikat pada 6 Desember lalu. Perlu diingat kembali, keputusan AS tersebut adalah pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Pekan lalu, saat konferensi tahunan Komite Urusan Umum Amerika-Israel (AIPAC) berlangsung di  Washington DC, Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan kedutaan Guatemala akan pindah ke Al-Quds pada tanggal 16 Mei, 2 hari setelah AS memindahkan kedutaannya.

Pada bulan Desember, sekitar 2 pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengakui Al-Quds sebagai ibukota penjajah Israel dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk memulai rencana pemindahan kedutaan, Morales menyatakan akan melakukan hal yang sama dengan AS.

Majelis Umum PBB dengan bulat memutuskan mengecam keputusan AS, dengan perolehan suara 128 dari 193 anggota PBB memilih mendukung resolusi tersebut. Honduras merupakan salah satu dari 8 negara bersama AS yang memilih menentang resolusi Majelis Umum PBB ini. 8 negara tersebut adalah Guatemala, zionsi Israel, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau dan Togo. Paraguay menyatakan abstain dari Resolusi yang dikeluarkan oleh Majelis Umum pada Desember 2017.

Di September, Netanyahu melakukan kunjungan pertama ke amerika latin, namun tidak mengunjungi Honduras dan Paraguay.

Sumber berita: jpost.com

Sumber foto: jpost.com

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *