Pertama Kalinya, Israel Tembakan Gas Air Mata ke Warga Gaza dari Drone

iwishcenter.org – Gaza. Media berita Times of Israel melansir bahwa, pasukan penjajah Israel menggunakan pesawat tak berawak (drone) untuk menurunkan gas air mata ke orang-orang Palestina di Gaza, Jum’at (9/3/2018). Hal ini merupakan tindakan yang  pertama kali dilakukan oleh penjajah Israel.

Sekitar 200 warga Gaza berkumpul di tembok perbatasan dengan penjajah Israel, sebagai bagian dari aksi protes yang dilakukan setiap pekan terhadap 10 tahun blokade oleh penjajah Israel, saat pesawat tak berawak mendekati lokasi aksi. Rekaman badan berita Libanon Al-Mayadeen menggambarkan sebuah drone menjatuhkan gas air mata kepada para demonstran. Dalam rekaman tersebut, terlihat para demonstran dengan panik berlarian menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.

Menteri Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 2 warga Gaza terluka dalam kejadian ini dan sedikitnya 8 warga Gaza terluka akibat tembakan penjajah Israel selama aksi protes di lokasi lain, di Jalur Gaza.

Gaza telah mengalami beberapa kali bentrokan dengan para demonstran dalam aksi yang telah direncanakan setiap sepekan. Bentrokan kerap terjadi sejak pengumuman presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibukota penjajah Israel. Bulan lalu, 2 pemuda Palestina tewas ditembak dengan peluru tajam, saat mereka tiba tembok rasial penjajah Israel. Dilaporkan bahwa kedua pemuda ini bertujuan ingin mencari pekerjaan di luar Gaza.

Gaza hingga saat ini telah menghadapi sebuah keadaan darurat kemanusiaan yang meningkat selama berbulan-bulan. Selain itu, Gaza juga dihadapkan dengan krisis energi, air dan kesehatan. Para warga dilarang untuk meninggalkan Jalur Gaza oleh penjajah Israel. Penjajah Israel telah memaksa seorang gadis Gaza berpergian ke pusat Tepi Barat terjajah tanpa didampingi oleh kedua orang tuanya, Senin (12/3/2018). Perjalanan tersebut dilakukak dengan tujuan transplantasi ginjal bulan lalu.

Laporan saat ini juga menemukan, bahwa lebih dari 1.000 orang-orang Palestina meninggal sebagai dampak 11 tahun blokade yang hingga saat ini masih diberlakukan oleh penjajah Israel.

Koordinator Amal, Ahmad Al-Kurd mengatakan bahwa 450 korban tewas, karena hancurnya sistem kesehatan serta kurangnya obat-obatan, peralatan medis dan pemindahan pengobatan ke tempat lain.

“Hari ini, Kami meneriakkan sebuah jeritan yang menggema ke seluruh dunia: selamatkan Gaza dari kondisi-kondisi malapetaka ini”, ujar Al-Kurd. “Berapa lama anda akan menunggu dan berapa banyak korban yang kamu inginkan agar kalian bertindak”, tanya Al-Kurd.

Sumber berita: middleeastmonitor.com

Sumber foto: middleeastmonitor.com

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *