Statistik Pengungsi Palestina di Suriah

iwishcenter.org – Beirut. Observatorium Eropa-Mediterania untuk Hak Asasi Manusia menyampaikan keprihatinannya yang mendalamnya terkait terus berlanjutnya penderitaan kemanusiaan yang dialami oleh pengungsi Palestina di Suriah. Hal ini mengingat konisi terlantar dan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk yang berlangsung di negara diaspora yang baru.

Dalam laporannya di Beirut pada hari Senin (26/3/2018), Observatorium memantau keadaan terlantar yang dialami pengungsi Palestina di Suriah berulang kali terjadi. Observatorium mencatat bahwa jumlah korban dari para pengungsi Palestina, termasuk diantaranya 3.600 pengungsi Palestina dari jumlah total 526 ribu pengungsi Palestina, dalam kondisi terlantar. Observatorium menjelaskan bahwa 95% dari mereka menderita kekurangan pangan dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan. Selain itu, 93% dari mereka masuk dalam golongan dhuafa dan sangat lemah, termasuk jumlah pengangguran yang telah mencapai 52,2 persen.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa orang-orang Palestina di suriah hidup dalam kondisi kemanusiaan yang paling sulit bagi pengungsi Palestina di dunia karena berada dibawah perang yang menghancurkan selama tujuh tahun. Pengungsi Palestina untuk kedua kalinya dan tanpa negara menghadapi tragedi baru dan pintu-pintu tertutup ketika mereka ingin pergi.

Statistik UNRWA melansir bahwa jumlah 560 ribu pengungsi Palestina di Suriah sebelum meletusnya perang Suriah. Masih ada sekitar 450 ribu pengungsi Palestina yang berada di dalam Suriah dan 110 ribu pengungsi telah keluar dari negeri Suriah. Jumlah pengungsi yang keluar tersebar ke beberapa negara, yaitu 31 ribu pengungsi Palestina ke Libanon dan 17 ribu pengungsi Palestina ke Yordania. Sementara itu, pengungsi Palestina yang masih berada dalam Suriah setelah meletusnya perang, lebih dari 95% diantaranya sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan agar tetap dapat mempertahankan hidupnya. Sedangkan 43 ribu pengungsi Palestina yang terperangkap di tempat-tempat blokade, sulit untuk dijangkau oleh UNRWA, menurut UNRWA.

Sumber berita: alhayat.com

Sumber foto: eramuslim.com

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *