Washington Gagalkan Keputusan Terkait Gaza

iwishcenter.org – New York. Amerika Serikat (AS) menggagalkan rancangan keputusan yang diajukan oleh Kuwait terkait kondisi di wilayah Palestina, Sabtu (31/3/2018). Rancangan ini merupakan respon yang diberikan pasca pembantaian yang dilakukan oleh tentara penjajah Israel terhadap para demostran Palestina dalam aksi kembali di Jalur Gaza, Jumat (30/3/2018). Pembantaian yang dilakukan tentara penjajah Israel ini membunuh 17 orang Palestina dan melukai ratusan orang Palestina lainnya.

AS Menurut koresponden aljazeera di New York, Raid Faqih mengajukan keberatan terhadap rancangan pernyataan yang diajukan oleh Kuwait atas nama asosiasi arab. AS mengeluarkan sikap “diam” untuk menggagalkan dikeluarkannya keputusan tersebut.

Koresponden Raid mengatakan bahwa Kuwait telah berupaya untuk mendapatkan dukungan dari Dewan Keamanan selama pertemuan musyarawarah yang diadakan pada Jumat sore (30/3/2018). AS menolak seruan Kuwait untuk membawa permasalahan kondisi Gaza ini, ke pertemuan terbuka di tingkat delegasi pada hari Sabtu (31/3/2018).

Koresponden ini menjelaskan AS menolak rancangan keputusan yang diajukan Kuwait yang diajukan selama pertemuan tersebut. Meskipun dalam penolakan ini, tidak berisi kecaman yang ditujukan kepada aksi “kembali pulang” yang diselenggarakan pada hari Jumat (30/3/2018), bertepatan dengan Hari Tanah Palestina. Aksi ini akan terus berlanjut hingga peringatan Nakhba pada pertengahan bulan Mei mendatang.

Menurut aljazeera, Intervensi sebagian besar delegasi memfokuskan ketidakadilan pengerahan kekuatan penjajah Israel terhadap aksi protes yang dilakukan orang-orang Palestina. “ini bukan pertama kalinya AS menghalangi kecaman terhadap penjajah Israel di Dewan Keamanan”, menurutnya. “Sikap AS kuat ke penjajah Israel sejak Nikky Hayley menjadi duta besar AS untuk PBB”, jelasnya. Rancangan pernyataan yang digagalkan oleh AS menyatakan keprihatinan mendalam Dewan Keamanan terhadap kondisi yang berlangsung di perbatasan Gaza. Rancangan tersebut menegaskan hak protes secara damai. Dalam rancangan tersebut, Dewan Keamanan juga menyampaikan penyesalan mengenai hilangnya nyawa para warga Palestina yang tidak bersalah serta menyerukan untuk melakukan investigasi dalam kejadian pembataian oleh penjajah Israel di Gaza, pada hari Jumat (30/3/2018).

Sumber berita : aljazeera.net

Sumber foto: aljazeera.net

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *