Zionisme dan Berdirinya Negara Israel (Bagian 1)

Oleh: Dyna Fitria, S.Si

Bangsa Yahudi merupakan bangsa yang memiliki keunikan karena “usia”nya yang sudah tua. Menurut kajian sejarah yang berdasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal mula bangsa Yahudi berhubungan dengan kisah nabi Ibrahim AS. Yaitu sekitar 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM [1]. Keunikan dan sifat bangsa yahudi juga sama tuanya dengan usianya itu, sekaligus menjadi sebuah karakter yang banyak mengecewakan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sejarah, sifat dan karakter bangsa Yahudi banyak dijumpai di dalam Alquran [2] Diantaranya:

Suka Berbuat Kerusakan dan Menyombongkan Diri

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. al-Isra’ : 4).

Paling Keras Permusuhannya dengan Islam

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik…” (QS. Al-Maidah : 82).

Yahudi Bangsa Yang Penakut

“Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: “Wahai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.” Berkatalah dua orang (Musa dan Harun) di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS. al-Mai’dah : 21-24)

“Mereka berkata: “Wahai Musa, kami sekali-sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. al-Mai’dah : 25)

Suka Membolak-balikkan Fakta

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 75)

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, karena apa yang mereka kerjakan.” (QS. al-Baqarah : 79)
Suka Melanggar dan Ingkar Janji

“(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (QS. al-Anfal : 56)
Dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 120, Allah SWT pun mengingatkan bahwa: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka,…” [2]

Awal mula kedengkian bangsa yahudi terhadap nabi Muhammad saw disebabkan kepercayaan mereka bahwa pada suatu saat akan lahir seorang Nabi, sehingga kelahiran Nabi tersebut sangat diharapkan dari kaumnya. Namun demikian, setelah mengetahui bahwa Nabi yang lahir tersebut bukan dari keturunannya, sejak saat itu, mulailah muncul kebencian kaum Yahudi terhadap Muhammad saw., para sahabat dan kaum muslimin.

Kedengkian bangsa Yahudi tersebut selanjutnya justru bukan hanya terhadap orang-orang Islam, melainkan juga kepada semua bangsa. Anggapan yang berkembang di antara orang-orang Yahudi bahwa mereka adalah sumber dari segala peradaban dan kebudayaan seantero dunia. Mereka juga menggambarkan akidah mereka sebagai akidah yang termulia dan paling benar.

Atas dasar itulah, mereka mencela dengan terang-terangan sejarah bangsa lain, sambil merendahkan kesucian agama lain, juga berusaha meremehkan keagungan pemuka-pemuka atau pahlawan-pahlawan dunia yang bukan keturunan mereka. [3]. Untuk melancarkan kebencian tersebut, Yahudi kemudian membentuk sebuah organisasi yang disebut Zionisme .

 

Pengertian Zionisme

Mengenai definisi Zionisme, terdapat beberapa pendapat. Ada yang mengatakan Zionisme berasal dari perkataan Zion atau Sion yaitu sinonim dari perkataan Yerusalem [4]. Zion berasal dari bahasa Inggris dalam bahasa latin Sion dan kata Ibraninya adalah Tsyon, arti dari istilah ini pada mulanya adalah bukit, yaitu bukit suci Yerusalem. Yerusalem diartikan surgawi atau bisa juga berarti Theokrasi Yahudi [5].

Nama Zion menurut para ahli sejarah, merupakan nama sebuah bukit yang diceritakan dalam Perjanjian Lama, yaitu salah satu tempat atau gunung yang terletak sebelah timur duah buah bukit dalam wilayah Yerusalem yang kebanyakan kota pada waktu itu terletak di daerah itu [6]. Zion juga termasuk bukit yang disucikan Tuhan, karena menurut kitab Zabur, Tuhan pernah melantik raja di atas bukit Zion.

Ada juga yang berpendapat bahwa kata “Zionisme” dinisbahkan kepada salah satu nama dari empat gunung yang berdiri di atas kota Ursaalem (kota damai),nama lama dari Bait Al-Maqdis [7], yang terletak di bagian selatan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kata ini berasal dari bahasa Arab yang menunjukkan kepada benteng Al-Quds [8].

Pendapat-pendapat tersebut pada hakikatnya sama, yaitu  menunjukkan bahwa Zion adalah sebuah bukit yang dijadikan sebagai tempat penjagaan atau berlindung. Dan Nabi Daud AS menjadikannya sebagai istana setelah beliau pindah dari Hebron pada abad II SM [9]. Di tempat itu pula Nabi Daud AS berencana membangun kuil dan kemudian diselesaikan oleh nabi Sulaiman AS pada tahun 953 SM. Kuil tersebut berdiri selama 374 tahun sampai bangsa Babilonia yang dipimpin oleh Nebukadnezar menghancurkannya dalam perang selama 9 harri pada tahun 586 SM [10]. Kemudian kuil tersebut dibangun kembali oleh Herod yang agung pada tahun 20 SM. Setelah bangsa Yahudi berskuasa, kemudian kuil tersebut dihancurkan kembali oleh orang-orang Roma setelah invasi pada tahun 70 M [10].

Berdasarkan sejarah inilah orang-orang Yahudi mensucikan bukit Zion dan mereka pun berkeyakinan bahwa Tuhan tinggal/berada di tempat itu seperti yang tertuang dalam kitab mereka. Berdasarkan asal-usul kata Zionisme tersebut, Ahmad Syalabi memberikan batasan yang sangat sederhana bahwa Zionisme adalah peristiwa menetapya bani Israel di Palestina, yaitu di bukit Zion. Dan seorang zionis adalah orang Yahudi yang tertanam di hatinya keinginan untuk hidup di Palestina, termasuk orang-orang yang mendukung Yahudi secara materil dan moril untuk tinggal di Palestina [3].

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat dipahami bahwa zionisme adalah gerakan atau organisasi yang menjalankan aktivitas bersifat agama, politik, rasial, kolonial dan universal, dengan tujuan menguasai dunia dan menjadikan Negara Israel raya sebagai pijakannya. Dan dari pengertian tersebut, juga dapat diambil kesimpulan bahwa Zionisme mempunyai dua agenda perjuangan yaitu bidang agama dan bidang politik.

 

Daftar Referensi:

[1] Muhammad Nalm. 2015. Sejarah Yahudi. http://akuislam.com/blog/fakta-menarik/sejarah-yahudi/

[2] Al-Qur’anul Karim

[3] Salaby, Ahmad. 1996. Agama Yahudi. Jakarta: Bumi Aksara.

[4] Encyclopedia Americana. 1974. Vol.29. New York: American Corporation.

[5] Enciklopedi Umum. 1973. Yokyakarta: Yayasan Kanisius.

[6] Encyclopedia Britannica. 1965. Vol 23. Chacago: Willian Banton. (Enscyclopedia Britannica, 1965: 955)

[7] Ali Muhammad Jareshah dan Muhammad Sharif Al Zeibik. Asalib Ghazw al Fikriy lil ‘alam Al Islamiy. Cairo, 1975: Hal 151.

[8] Muhammad Al-Hasan. Al Madhahib wa al Afkir Al Mu’asrah fi Al Tasawwur al Islamiy. Dar Al Bashir li At-Thaqafah wa ‘Ulum al Islamiyah: Hal 351.

[9] Al Bakr. Madhadib Fikriyah di Al Mizan. Cairo, Dar Al-Aqidah. 2002: hal 215.

[10] Aguk Irawan MN. Muqaranah al Adyan 1 (al Yahidiyah). Cairo: Maktabah al Nahdah al Misriyah. 1978: Hal 89.

(Visited 2 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *