40 Tentara Israel Tangkap Seorang Anak Palestina

iwishcenter.org – Khalil. Sekitar 40 tentara penjajah Israel menangkap seorang anak Palestina Yusuf Ismail Madhi (14 tahun), Ahad (1/4/2018). Penangkapan dilakukan saat pagi dini hari dari rumah saudaranya di kamp pengungsi Al-‘Urub, bagian utara Khalil. Penangkapan merupakan tindakan yang kerap kali dilakukan oleh penjajah Israel.

Tindakan ini kembali mengingatkan kepada gambar yang menyebar ke seluruh dunia, mengenai lebih dari 20 tentara penjajah Israel menangkap seorang anak bernama Fawzi Al-Junaidi (16 tahun) dari kota Khalil di akhir tahun lalu. Hal ini adalah kebijakan sistematis yang dilakukan oleh penjajah Israel untuk menciptakan teror ke diri anak-anak. Tindakan penangkapan anak-anak yang dilakukan penjajah Israel melanggar seluruh hukum dan piagam internasional.

“Puluhan tentara dengan peralatan militer lengkap menyerbu rumah keluarga. Para prajurit penjajah Israel mengarahkan senjata mereka ke ibu Mahmud dan ke saudara-saudaranya. Para prajurit Mulai berteriak ‘dimana Muhammad? kami ingin Muhammad. Dalam penyerbuan tersebut, pasukan penjajah Israel melakukan teror kepada pemilik rumah. Di rumah anak syuhada Palestina, para penjajah Israel meminta kartu identitas anggota keluarga, setelah memeriksa keluarga tersebut dan tidak menemukan satu orang pun yang bernama Muhammad. Para penjajah Israel naik ke lantai 2, untuk menggeledah dan menghancurkan isi rumahnya”.

ketika tiba di kamar Mahmud, para tentara penjajah Israel membangunkan seorang anak dengan kasar dan berteriak “ini siapa? siapa ini?” Ibu Mahmud mengatakan “ini anakku mahmud”. Tentara penjajah Israel mengikat tangan Mahmud ke bawah dan menutup mulutnya. Para tentara penjajah berteriak seakan mereka menangkap seorang dewasa yang paling dicari. Para tentara penjajah Israel ini tidak mengizinkan orang tuanya untuk memberikan pakaian yang dibutuhkan oleh Mahmud.

Para tentara penjajah Israel keluar dari rumah tersebut setelah beberapa jam. Para tentara penjajah Israel membahawa tawanan anak Mahmud ke tempat yang tidak diketahui oleh ibunya.

Ketua Badan Urusan Tawanan dan Pembebasan Tawanan, Issa Qaraqa’a mengatakan penangkapan anak-anak oleh pasukan penjajah Israel adalah kebijakan yang disengaja dan terjadi setiap hari. Qaraqa’a menegaskan bahwa penjajah Israel menargetkan anak-anak dalam jumlah besar. Hal ini berhubungan dalam konteks serangan Israel yang intensif ke rakyat Palestina.

Dalam wawancara dengan “wafa”, Qaraqa’a menambahkan bahwa seluruh anak-anak yang ditangkap oleh pasukan penjajah Israel mengalami bentuk penyiksaan, pemukulan dan hubungan pelecehan yang paling buruk, tanpa memperhatikan masa anak-anak mereka. Penjajah Israel melanggar seluruh piagam dan kesepakatan internasional, dengan melanjutkan penangkapan anak-anak dibawah umur.

Qaraqa’a menegaskan bahwa ada konsensus internasional terkait ilegalitas apa yang diperbuat penjajah Israel akibat pelanggaran, secara terus menerus yang dilakukan oleh penjajah Israel terhadap hak-hak anak-anak di Palestina. Kampanye internasional mendorong perlindungan anak-anak. Namun, penjajah Israel melanggar dan tidak mematuhi semua norma-norma dan hukum internasional.

Sumber berita : wafa.ps

Sumber foto: liputanislam.com

(Visited 37 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *