Human Right Tuntut Investigasi Pembantaian Pawai Kepulangan

iwishcenter.org – New York. Organisasi internasional “Human Right Watch” menuding para petinggi Israel bertanggung jawab atas terbunuhnya 18 demonstran Palestina dan ratusan korban luka, pada aksi pawai kepulangan di perbatasan Gaza, Jumat lalu, dan menuntut pidana internasional melakukan investigasi resmi atas pembantaian yang terjadi di Palestina.

Dalam keterangan persnya, Selasa (3/4) HRW menyebutkan, para pejabat Israel secara terang-terangan sebelum bentrokan terjadi, dan secara illegal meminta penggunaan peluru tajam untuk menghadapi demonstrasi Palestina.

HRW menyebutkan statmen panglima militer Israel, Ghadi Ezinkot dua hari sebelum aksi berlangsung, pihaknya akan menebarkan 100 sniper di kawasan perbatasan Gaza, untuk mencegah penyusup memasuki pagar perbatasan. Seperti halnya Menteri Perang Israel, Avigdor Libermen menyebutkan dalam tweetnya, “Setiap demonstran yang berupaya mendekati pagar perbatasan, sama dengan membahayakan dirinya.”

Organisasi NGO ini menegaskan, pemerintah penjajah zionis tak memberikan bukti apapun, yang menyebutkan bahwa pelemparan batu dari pihak demonstran termasuk tindakan kekerasan yang membahayakan tentara Israel yang berkonsentrasi di belakang pagar perbatasan.

Menurut HRW, jatuhnya korban luka dalam jumlah besar disebabkan ijin kepada tentara menggunakan senjata pembunuh dalam kondisi yang tidak mengancam kehidupan, dan ini merupakan pelanggaran terhadap standar internasional, yang disebabkan ketiadaan wawasan terkait sanksi di kalangan internal militer Israel.

Erick Goldstein, Wakil Direktur HRW bidang Timur Tengah, menuding militer Israel menggunakan kekuatan berlebihan, tindakan pembunuhan harus diinvestigasi resmi oleh pihak pengadilan pidana internasional, terkait kejahatan internasional di Palestina.

HRW menegaskan tak mendapatkan bukti apapun yang menegaskan penggunaan senjata api dari pihak demonstran, dan pihak Israel tak memberikan informasi adanya bahaya yang mengincar tentaranya, seperti serangan bersenjata, dan tak ada penyusup yang menerobos perbatasan, hanya ada pembakaran ban oleh sejumlah demonstran dan lemparan batu.

Sejumlah saksi mata dari kalangan demonstran dan media menyebutkan, salah seorang demonstran yang tengah sholat menjadi korban penembakan di kakinya, dan seorang pemuda mengalami luka tembak saat melempar batu, dan sejumlah demonstran ditembaki saat berjalan dengan lambat menuju perbatasan dengan tangan kosong dan hanya membawa bendera Palestina.

Menurut HRW, memasuki kawasan yang dilarang, seharusnya tak di sanksi dengan pembunuhan. Otoritas Israel sejak beberapa dekade tak mengijinkan investigasi pembunuhan illegal yang dilakukan pasukannya, dan tidak menyeret pelaku ke pengadilan.

Pemerintah Israel hendaknya memahami meski taka da pengawasan serius dari internal, para pejabat militernya bisa diseret ke pengadilan pidana internasional.

Menurut Goldstein, apresiasi pemerintah Israel terhadap tindakan militernya mengadapi aksi 30 Maret, dan pernyataan tak ada investigasi terkait pembunuhan demonstran, menegaskan betapa otoritas Israel meremehkan nyawa rakyat Palestina di Gaza.

 

Sumber berita: melayu.palinfo.com

Sumber foto: melayu.palinfo.com

(Visited 19 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *