Palestina Minta Veto di Dewan Keamanan PBB Dihilangkan

iwishcenter.org – Al-Quds. Menteri Luar Negeri dan Imigrasi Palestina meninta masyarakat internasional merumuskan kembali kerja Dewan Keamanan PBB, dengan kerangka menghilangkan hak veto yang dimiliki oleh Amerika Serikat (AS) jika digunakan melanggar prinsip-prinsip PBB.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada hari Sabtu (8/4/2018), Menteri Luar Negeri ini mengecam tindakan Amerika Serikat atas kegagalan mengeluarkan mosi (pernyataan) Dewan Keamanan, untuk yang kedua kalinya pada hari Jumat lalu, khususnya terkait apa yang sedang terjadi di perbatasan Jalur Gaza. Kecaman dikeluarkan dengan menggunakan “kata-kata yang sangat keras” dari Menteri Luar Negeri Palestina ini. “Pemerintah AS menggagalkan menyusun rancangan mosi lainnya yang serupa dengan rancangan mosi Jumat lalu. Meskipun rancangan bersifat baik dan tidak terikat terhadap sesuatu serta mengingat kemungkinan rancangan itu adalah rancangan yang paling lemah yang pernah dikeluarkankan oleh Dewan Keamanan PBB.

“Sikap Amerika sangat cenderung berpihak penjajah Israel, termasuk melindungi dengan sengaja dan menutupi secara langsung pembataian yang terus dilakukan oleh otoritas penjajah Israel terhadap bangsa Palestina, di aksi damai pawai kembali di perbatasan Jalur Gaza. Selain itu, juga memperpanjang sikap AS yang memusuhi bangsa kami dan hak kami, serta upaya AS yang dilakukan terus menerus untuk menggugurkan usaha-usaha bersama Palestina dan Arab di Dewan Keamanan PBB. Dia menilai sikap politik dan proyek-proyek AS bertujuan untuk menghilangkan permasalahan Palestina.

Menteri ini berpendapat bahwa menghilangkan peran AS di Dewan Keamanan PBB serta menghalangi AS dari tanggungjawab negara anggota PBB dan masyarakat internasional untuk mencari formulasi baru dalam melaksanakan tugas-tugas PBB, dengan menggugurkan hak veto dan keberatan AS, jika bertentangan dengan prinsip-prinsip, piagam-piagam dan tujuan-tujuan yang menjadi dasar pembangunan PBB. Tanpa hal tersebut, Dewan Keamanan PBB akan tetap sangat tersandera di bawah kecenderungan AS terhadap penjajah Israel dan akan kehilangan kredibilitasnya serta meligitimasi “hukum rimba dan konsep yang menindas”. Menteri Luar Negeri ini menegaskan bahwa akan terus mengerahkan segala kekuatan untuk memberikan perlindungan internasional terhadap bangsa Palestina dan terus mengikuti seluruh prosedural hukum internasional untuk membentuk komite penyelidikan internasional dalam kasus kejahatan penjajah Israel serta membawa penjahat perang penjajah Israel ke pengadilan baik dari segi kebijakan, keamanan maupun militer.

 

Sumber berita: alghad.com

Sumber foto: alghad.com

(Visited 25 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *