Zionisme dan Berdirinya Negara Israel (Bagian 3)

Oleh: Dyna Fitria, S.Si

Gerakan Zionisme

Motivator gerakan zionisme adalah seorang Yahudi yang bernama “Seimha Beinkr”, yang mengkampanyekan gerakan hingga terbentuklah suatu organisasi “Perkumpulan Pencinta Zion” [3] yang bertujuan membangun perkampungan di Palestina dan memindahkan Yahudi ke sana. Selain organisasi tersebut, masih adala lagi organisasi lainnya yang dapat dikatakan sebagai organisasi sayap dari “Perkumpulan Pencinta Zion” [17].

Perkumpulan-perkumpulan organisasi Yahudi dapat dikatakan sebagai embrio gerakan zionisme yang saat ini dikenal dicetus oleh seorang tokoh jurnalis Austria “Theodore Herzl” yang kemudian dikenal sebagai “Bapak Zionisme”. Herzl menulis sebuah buku yang berjudul “Negara Yahudi” dan dipublikasikan pada tahun 1895. Dalam buku tersebut, Herzl mengungkapkan permasalahan yang dialami oleh bangsa Yahudi dan berusaha memberikan solusi. Yaitu dengan mengumpulkan orang-orang Yahudi di satu tempat, tanpa menyebutkan nama tempat atau negara tertentu. Kemudian pada tahun 1897, Herzl mencetuskan untuk diadakannya kongres Yahudi. Kongres tersebut merupakan kongres pertama yang diadakan dan dipimpin langsung oleh Herzl. Kongres diikuti oleh sekitar 300 peserta dari tokoh-tokoh zionis yang mewakili 50 organisasi. [18] Kongres yang diadakan di Basel, Swiss tersebut membahas konsep “Negara Baru” dan mengeluarkan resolusi bahwa Negara baru tersebut bertempat di Palestina. Dari sinilah dimulai gerakan yang menghimpun bangsa Yahudi di Palestina yang dikenal dengan gerakan zionisme [3].

Selain resolusi tersebut, kongres juga berhasil mengeluarkan ketetapan-ketetapan sebagai berikut:

1.     Pembentukan komite/panitia kerja yang berfungsi/bertugas mengadakan perundingan, kesepakatan, dan berusaha membentuk Negara zionis di Palestina

2.     Pembentukan Bank Yahudi dengan modal 1 juta pund di bawah kendali panitia kerja.

Di samping ketetapan-ketetapan tersebut, kongres juga mengeluarkan ketetapan yang bersifat rahasia. Menurut Ahmad Shalaby, protokol zionis ditetapkan pada kongres pertama ini, yang merupakan relolusi bangsa Yahudi. Kongres tersebut telah berhasil melahirkan agenda kerja yang mendukung terbentuknya Negara zionis, bahkan menguasai dunia. Pada kongres tersebut Herz menyatakan: “ Zionisme adalah jawaban bagi diskriminasi dan penindasan atas umat Yahudi yang telah berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri.” Herzl juga dengan terang-terangan menyatakan “Kemungkinan setelah 5 tahun, atau pasti 50 tahun, akan ada negara Yahudi dan seluruh manusia akan menyaksikannya” [19].

Apa yang direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948 [38, Aguk Irawan]. Disepakati bahwa: “Bagi yang setuju dengan prinsip yang ditetapkan dalam kongres, wajib memberikan kontribusi (pajak) tahunan sebagai bantuan terbentuknya Negara Zionis. [8]

Setelah kongres pertama terlaksana, kongres-kongres berikutnya diadakan hampir setiap tahun [8], yaitu:

1.     Kongres ke-II tahun 1898 di Basel, menghasilkan keputusan mendirikan bank Yahudi dengan modal dua juta pundsterling.

2.     Kongres ke-III di Basel tahun 1899, membicarakan “Piagam Zionisme Internasional” dan politk moneter untuk imigran.

3.     Kongres Ke-IV di London tahun 1900. Pada kongres ini Herzl bertemu dengan menteri luar negeri inggris untuk memperoleh dukungan Inggris.

4.     Kongres ke-V di Basel tahun 1901. Terjadi perbedaan pendapat tentang keharusan memperhatikan kebudayaan Yahudi dan memprioritaskannya sebelum terbentuknya Negara kebangsaan Yahudi di Palestina. Heim Weisman mengusulkan untuk didirikannya universitas Ibriyyah. Ditetapkan juga untuk mendirikan Bank Nasional Yahudi untuk mendanai pembangunan pemukiman.

5.     Kongres ke-VI di Basel tahun 1903, kongres terakhir yang diketuai oleh Theodore Herzl yang meninggal pada tahun 1904. Di kongres ini, peserta kongres menolak ide pembentukan Negara bagi bangsa Yahudi di bukit dekat wilayah Neirobi di Afrika yang diusulkan oleh menteri luar negeri Inggris.

6.     Kongres ke-VII di Basel tahun 1905 yang dipimpin oleh Marks Nardaw. Dan ditetapkan untuk membeli tanah di Palestina.

Tercatat dalam sejarah, bahwa zionis telah mengadakan 23 kongres sejak tahun 1897—1951. Semua kongres tersebut diadakan bertujuan mempelajari taktik dan strategi ke arah terbentuknya kerajaan zionis Internasional. [18]

Setelah perang Dunia ke-2 Yahudi dengan segala agresinya, melalui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikeluarkan pada tanggal 20 November 1947 mengakhiri mandat Inggris atas Palestina [20].

Dengan mandat Inggris tersebut, Yahudi selalu mengintimidasi sehingga pada hari jum’at tanggal 14 Mei 1948 pukul 04:38 sore waktu setempat diseleggarakan Kongres Yahudi yang mengundang kurang lebih dari 100 orang terkemuka dunia dan para wartawan di museum tel aviv. Dan pada saat itu pula mereka memproklamirkan berdirinya Negara Yahudi dengan menyatakan “Dengan ini kami memproklamirkan berdirinya Negara Yahudi di Palestina yang dinamakan Israel”

Setelah berdirinya Negara Israel, pemerintahan ini mengeluarkan beberapa perundang-undanganan yang sejalan denagn tujuan dan cita-cita proyek Zionis. Diantaranya adalah “undang-undang pulang kampung” atau yang disebut dengan “law of return” yang dikeluarkan pada bulan desember 1951. Dan sesuai dengan peraturan tersebut, seorang Yahudi berhak untuk masuk ke Israel dan menjadi penduduk di sana. Hal ini diikuti dengan legalisasi lain yaitu “Undang-undang nasionalitas” atau yang disebut “Nationality law” “Nationality law” pada tahun 1952. Menurut perundangan ini bahwa setiap Yahudi yang bermigrasi ke Israel dianggap sebagai warga Negara Israel. Sejak saat itu, warga PAlestina dikeluarkan dari bumi pertiwi mereka dan dilarang untuk kembali ke tempat asal mereka.

Pada tahun 1965, entitas zionis kembali mengggolkan legalisasi baru dimana setiap orang yang telah meninggalkan wilayah Palestina, dianggap sudah bermigrasi dan meninggalkan harta bendanya. Dan mereka sudah dianggap tidak berhak lagi terhadap tanah yang ditinggalkan. Berkat undang-undang tersebut, zionis berhasil menguasai sekitar 2 juta hektar tanah milik orang Arab, ditambah dengan 2.000.900 hektar tanah di mana terdapat sekitar 73.000 rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya. Selain itu, sekitar 8.700 tempat-tempat komersial di pedesaan dan perkotaan ditinggalkan.

Kekejaman yang telah dilakukan oleh kaum Yahudi dengan zionismenya terhadap Negara-negara lain termasuk islam akankah terus berlangsung? Jawabannya ada pada kita, umat muslim.

Penutup dan Kesimpulan

Zionisme adalah gerakan politik keagamaan Internasional yang berhasil menghimpun bangsa Yahudi yang berada di seluruh jagat raya demi terwujudnya cita-cita bangsa Yahudi untuk membentuk Negara di Palestina.

Gerakan zionime terbentuk karena adanya penindasan yang dialami oleh bangsa Yahudi. Untuk membangun semangat bangsa Yahudi di mana saja mereka berada, maka dibentuk sebuah organisasi dengan ideology yang berdasar pada Agama yaitu “keyakinan bahwa Palestina adalah “tanah yang dijanjikan Tuhan”. Di samping itu, zionisme juga mempunyai landasan politik yaitu bahwa setiap bangsa mempunyai hak untuk memperoleh kebebasan dan menentukan nasibnya sendiri. Dengan berlandaskan slogan agama dan politik tersebut, dan memanfaatkan isu-isu keagamaan dan kebangsaan, zionisme telah berhasil membentuk Negara Israel.

Pada hari jum’at tanggal 14 Mei 1948, di museum Tel Aviv diproklamirkan berdirinya Negara Israel yang misi utamanya adalah melancarkan berbagai aksi dan penanaman ideology zionisme di segala penjuru dunia. Keberhasilan propaganda zionisme merupakan tantangan dakwah untuk kembali membebaskan bumi Palestina.

 

Daftar Referensi:

[1] Muhammad Nalm. 2015. Sejarah Yahudi. http://akuislam.com/blog/fakta-menarik/sejarah-yahudi/

[2] Al-Qur’anul Karim

[3] Salaby, Ahmad. 1996. Agama Yahudi. Jakarta: Bumi Aksara.

[4] Encyclopedia Americana. 1974. Vol.29 . New York: American Corporation.

[5] Enciklopedi Umum. 1973. Yokyakarta: Yayasan Kanisius.

[6] Encyclopedia Britannica. 1965. Vol 23 . Chacago: Willian Banton.

(Enscyclopedia Britannica, 1965: 955)

[7] Ali Muhammad Jareshah dan Muhammad Sharif Al Zeibik. Asalib Ghazw al Fikriy lil ‘alam Al Islamiy. Cairo, 1975: Hal 151.

[8] Muhammad Al-Hasan. Al Madhahib wa al Afkir Al Mu’asrah fi Al Tasawwur al Islamiy. Dar Al Bashir li At-Thaqafah wa ‘Ulum al Islamiyah: Hal 351.

[9]Al Bakr. Madhadib Fikriyah di Al Mizan. Cairo, Dar Al-Aqidah. 2002: hal 215.

[10] Aguk Irawan MN. Muqaranah al Adyan 1 (al Yahidiyah). Cairo: Maktabah al Nahdah al Misriyah. 1978: Hal 89.

[11] Ameer, Ali Syed. 1996. Api Islam. Terjema: Djamadi. Jakarta: PT. Pembangunan.

[12] Daya, Burhanuddin. 1982. Agama Yahudi. Yogyakarta: PT. Bagus Arafah

[13] Reade,winwood. 1972. Rligion in History. Bombay: The Micmillan Company of India.

[14] Maufur, Musthofah. Pengantar Penerjemah dalam William G. Carr. Al Yahud waru Kull Al Janmah (Yahudi Menggenggam Dunia). Terj. Musthoffah Maufur. Cet VI: Jakarta, Pustaka Al-Kautsar, 2004.

[15] Al Qardhawiy, Yusuf. Al-Quds Qadiyyah Kull Muslim. Cet II: Beiru Al Maktab Al Islamiy, 1998.

[16] Al-Juhaniy, Mani’Hammad. Al Mausuah al Musayasarh di al adyan wa al Madhadhib wa al Ahzab al Mi’asirah. Jilid 1. Cet IV. Al Riyad: Dar al Nadwah al Alamiyah li li at Tiba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi, 1420 H

[17] Al Hasan, Muhammad. Al Madhahib wa al Afkar al Mu’asrah fi al Tasawwur al Islamiy. Cet-III: Tanta: Dar al Basyir li al-Saqafah wa Ulum al-Islamiyah.

[18] Al-Tunisiy, Muhammad al Khalifah. Al-Khatar Yahudiy. Cet-X. Cairo: Dar al Turas, 2003.

[19] Al-Zugaiby, Ahmad Abdullah bin Ibrahim. Al Unsuriyah al Yahudiyah wa Atharuha fii al Mujtama’ al Islamiy wa al Mauqif minha.

[20] Abdulgani, Roeslan. Sejarah Zionisme Internasional dari Dulu hingga Sekarang. Bandung, Yayasan embina Masjid Zalman.

(Visited 32 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *