Pemukim Israel Serang Keluarga Palestina di Khalil

iwishcenter.org – Khalil. Sekelompok pemukim zionis Israel menyerang keluarga-keluarga Palestina dan berupaya untuk merampas 2 rumah milik warga Palestina, Khalil, bagian selatan Tepi Barat, Sabtu (21/4/2018).

Dalam wawancara dengan lembaga berita “maan”, aktivis setempat Aref Jaber menjelaskan sekelompok pemukim zionis Israel menyerang 2 rumah milik warga Palestina di kota tua dan berupaya mengambil paksa, serta mengusir keluarga Palestina yang menempati rumah tersebut.

Rumah itu dimiliki oleh keluarga keluarga Jaber dan Kfeisheh.

Sebelumnya, beberapa grup pemukim zionis Israel merampas sebuah rumah yang dimiliki oleh keluarga Zaatari, dekat masjid Ibrahim di Kota Tua, tambah Jaber.

“Ancaman terus menerus yang dilakukan oleh pemukim zionis Israel bertujuan untuk menakut-nakuti keluarga Palestina, dengan maksud untuk memaksa mereka meninggalkan rumah milik mereka”, lanjutnya.

6.500 orang Palestina dan 800 pemukim zionis Israel yang terkenal agresif tinggal di kota tua Khalil, menurut sebuah laporan 2016 NGO BADIL.

Warga Palestina di kota tua Khalil menghadapi kehadiran militer Israel dalam jumlah besar setiap harinya, dengan sedikitnya 32 pos pemeriksaan permanen dan sebagian yang dipasang di beberapa akses masuk banyak jalan di kota tersebut.

Disamping itu, orang-orang Palestina tidak diperbolehkan untuk mengakses jalan Al-Shuhada dengan beberapa rumah-rumah dan toko-toko dilas tertutup. Berbeda dengan pemukim zionis Israel, para pemukim ini bebas melintasi jalan-jalan.

Penjajah Israel “mengambil alih” sebagian besar wilayah masjid Ibrahim dan mengalokasikan wilayah itu untuk digunakan hanya bagi yahudi, setelah pembantaian jamaah muslim tanggal 25 Februari 1994 oleh seorang pemukim zionis Israel bernama Baruch Goldstein. Saat itu, Goldstein (pemukim zionis Israel ini lahir di Amerika Serikat) masuk ke dalam masjid Ibrahimi dengan membawa senjata senapan serbu Galil.

Goldstein menembaki ratusan jamaah muslim yang berada di masjid Ibrahimi saat bulan suci Ramadhan. Dia mengisi amunisi senjata sekali, lalu melanjutkan kebrutalannya untuk menembaki para jamaah muslim selama mungkin, sebelum akhirnya dikuasai dan dipukul hingga meninggal. Pada saat Goldstein dihentikan, 29 jamaah muslim terbunuh dan lebih dari seratus jamaah lainnya terluka.

Dalam menanggapi kejadian tersebut, pasukan penjajah Israel memberlakukan “zona militer tertutup” sekitar masjid Ibrahimi, membatasi akses muslim ke masjid ini dan merampas sebagian besar wilayah masjid Ibrahim untuk digunakan pemukim zionis Israel.

 

Sumber berita: middleeastmonitor.com

Sumber foto: middleeastmonitor.com

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *