Kesepakatan 4 Negara Terhadap “Shofqotul Qorn”

iwishcenter.org – Palestina. Laporan khusus Ibrani pada Ahad (20/5/2018) mengungkapkan pertemuan antara pemimpin-pemimpin negara “krisis teluk”. Pertemuan tersebut diiniasi oleh Amerika Serikat (AS). Dikutip dari pejabat senior di Washington dan Tel Aviv, situs “Dibka” Israel menyatakan bahwa rencana Trump untuk solusi Palestina-zionis Israel akan diumumkan pada pertengahan bulan Juni mendatang.

Sebelumnya, rencana ini awalnya akan disampaikan saat pembukaan kedutaan AS beberapa waktu lalu. Namun, urung disampaikan oleh pihak AS. Sementara itu, sumber lain menyebutkan Presiden AS Donald Trump membicarakan rencana ini dengan beberapa pemimpin negara, diantara lain Muhammad bin Salman (pangeran Saudi), Muhammad bin Zayed (pangeran UEA), Tamim bin Hamid (Amir Qatar), Abdul Fateh Al-Sisi (Presiden Mesir) dan Benjamin Netanyahu (Perdana Menteri Zionis Israel).

Sebagian besar poin dari rencana ini telah dilontarkan pada pada 27 April lalu, diantaranya otoritas keamanan di sungai Jordan berada di bawah zionis Israel.

Media Sputnik menambahkan Presiden Turki menolak undangan pertemuan AS ini. Erdogan menganggap pertemuan ini sebagai “konfrontasi mematikan” yang dilakukan zionis Israel terhadap Hammas di Jalur Gaza.

9 poin rencana Trump yang diperkirakan akan dimumumkan pada Juni mendatang, sebagai berikut

  • Pendirian negara Palestina dengan kedaulatan Terbatas yang terdiri dari setengah wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.
  • Zionis Israel bertanggungjawab atas otoritas keamanan di sebagian besar Tepi Barat dan gerbang-gerbang perbatasan.
  • Lembah Jordan berada dibawah kedaulatan Israel dan menerapkan kendali militer di Lembah Jordan.
  • Seluruh wilayah arab di Al-Quds Timur akan dialihkan ke negara Palestina, terkecuali Kota Tua Al-Quds tetap berada di bawah otoritas zionis Israel.
  • Abu Dish (wilayah yang berlokasi di Timur Al-Quds) adalah ibukota yang diusulkan untuk negara Palestina.
  • Palestina dan Yordania akan bekerjasama dalam bidang keagamaan di mesjid-mesjid, di Kota Tua Al-Quds.
  • Gaza akan dimasukkan ke wilayah Palestina yang baru, dengan syarat Hammas sepakat dilucuti senjata.
  • Tidak ada item rencana “hak kembali” bagi para pengungsi Palestina, Namun akan dibentuk mekanisme kompensasi dan administrasi oleh masyarakat internasional.
  • Israel diakui sebagai negara untuk kaum yahudi dan Palestina dengan kedaulatan terbatas sebagai negara untuk orang-orang Palestina.

Sumber berita: Sputnik

Sumber foto: Sputnik

(Visited 21 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *